Pemerintah mendorong keterlibatan sektor swasta dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menginstruksikan perusahaan yang beroperasi di sekitar titik api untuk membangun sekat kanal di area konsesi masing-masing.
Instruksi tersebut disampaikan saat meninjau langsung kebakaran lahan gambut di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Minggu (23/8/2026). Dalam kunjungan kerja itu, koordinasi lintas pihak bersama perwakilan perusahaan swasta digelar guna mematangkan strategi pemadaman sekaligus pencegahan bencana yang terus berulang.
Berikut rangkuman informasi mengenai kebakaran gambut Kalbar dan kebijakan pembuatan sekat kanal oleh swasta.
Mengapa Pihak Swasta Diminta Membangun Sekat Kanal?
Karakteristik kebakaran pada lahan gambut berbeda dengan lahan mineral. Api di lahan gambut kerap menjalar di bawah permukaan tanah sehingga sangat sulit dipadamkan hanya dengan penyemprotan air biasa dari atas tanah.
Update Gempa NTT, Korban 91 Jiwa, Pengungsi Mulai Sakit ISPA

Pembangunan sekat kanal berfungsi mengalirkan dan mengatur pasokan air secara fokus ke lahan gambut. Ketersediaan air yang konsisten dibutuhkan agar lapisan gambut yang terbakar di bagian dalam dapat terbasahi secara menyeluruh. Pemerintah memprioritaskan pembangunan sekat kanal oleh pihak swasta ini di titik-titik yang masih memiliki api aktif di sekitar area konsesi.
Bagaimana Dampak Karhutla di Kalimantan Barat Saat Ini?
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), luas karhutla di Kalimantan Barat sepanjang Januari hingga Juli 2026 telah melampaui 30.000 hektare.
Kebakaran lahan tersebut memicu kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dan menimbulkan keresahan masyarakat. Tingginya intensitas kebakaran gambut ini dikategorikan sebagai peristiwa luar biasa, hingga Presiden Republik Indonesia turut meninjau langsung situasi di lapangan. Masalah karhutla dinilai tidak dapat diatasi oleh satu instansi saja dan membutuhkan keterlibatan terpadu berbagai pemangku kepentingan.
Tidak Mau Melakukan Apa-Apa? Ya, Tidak Apa-Apa, Langkah Mengelola Respons Beku pada Tubuh

Siapa Saja Petugas yang Menghadapi Kendala di Lapangan?
Upaya pemadaman manual menghadapi rintangan berat akibat bara api yang tersembunyi jauh di bawah permukaan gambut. Tim gabungan di lapangan yang menghadapi tantangan ini meliputi:
- Manggala Agni
- Masyarakat Peduli Api (MPA)
- Personel Kepolisian
Kondisi tersebut memperkuat alasan perlunya intervensi teknis seperti sekat kanal untuk membantu pembasahan lahan secara menyeluruh.
Apa Langkah Pencegahan di Hulu yang Dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup?
Selain mendorong pembuatan sekat kanal untuk penanganan titik api, Kementerian Lingkungan Hidup menjalankan sejumlah program di tingkat hulu guna mencegah pembukaan lahan secara ilegal dan berisiko:
- Menerbitkan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup mengenai larangan pembukaan lahan dengan cara membakar.
- Melakukan pembinaan berkelanjutan terhadap kelompok Masyarakat Peduli Api.
- Membangun Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengendalian Kebakaran Lahan.
- Membentuk Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove untuk menjaga tata kelola hidrologi gambut secara berkelanjutan.






