Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Internasional

Kebuntuan Perang AS dan Iran Memicu Tekanan Politik Domestik bagi Donald Trump

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 28 Jul 2026 - 02.52 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kebuntuan Perang AS dan Iran Memicu Tekanan Politik Domestik bagi Donald Trump
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Berakhirnya gencatan senjata selama tiga bulan antara Amerika Serikat dan Iran membawa konflik bersenjata kedua negara ke dalam fase kebuntuan. Operasi militer AS saat ini berstatus ditahan usai melakukan serangan malam selama dua pekan berturut-turut. Situasi tanpa keunggulan strategis ini memicu tekanan kuat dari dalam negeri, terutama menjelang Pemilihan Umum Sela pada bulan November. Presiden Donald Trump kini menghadapi desakan dari anggota partainya sendiri untuk segera mencari jalan keluar dari pertempuran tersebut.

Kalangan internal Partai Republik secara terbuka mulai meragukan durasi operasi militer ini. Tokoh-tokoh seperti Ketua DPR AS Mike Johnson dan pembawa acara Fox News Laura Ingraham menekankan urgensi penyelesaian konflik sebelum pemungutan suara berlangsung. Ingraham menyatakan bahwa waktu terus berjalan bagi Trump dan partai tidak boleh membiarkan situasi ini menjadi gangguan tanpa akhir. Senada dengan hal tersebut, Senator Louisiana Bill Cassidy menilai pemerintah sebenarnya sempat memiliki peluang untuk mencapai target awal dan mengakhiri pertempuran, meski kesempatan itu belum terwujud karena penolakan proposal perdamaian oleh Teheran.

Posisi politik pemerintah semakin rumit seiring bertambahnya jumlah korban dari pihak militer. Sejak serangan berulang dimulai usai bulan Maret lalu, empat prajurit AS dilaporkan tewas, menambah total korban jiwa menjadi 18 orang. Di luar angka kematian, Pentagon secara diam-diam mencatat tambahan 140 personel yang terluka, sehingga total korban luka kini melampaui 600 orang. Meskipun Trump mengklaim bahwa keluarga korban dan prajurit mendukung penuh upaya ini, jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan 42 persen pemilih Republik dan 53 persen pemilih independen akan semakin menolak perang jika korban jiwa terus berjatuhan.

Baca Juga

Gempa M 6.2 Guncang Laut Banda Maluku, BMKG, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 6.2 Guncang Laut Banda Maluku, BMKG, Tidak Berpotensi Tsunami

Keengganan publik juga didorong oleh dampak ekonomi global yang memukul daya beli warga AS. Milisi Houthi di Yaman memperburuk jalur pasokan dengan memblokade Selat Bab al-Mandeb dan menyerang kapal-kapal Arab Saudi di Laut Merah, yang merupakan rute pintas menuju Selat Hormuz. Imbasnya, harga minyak mentah dunia melonjak hingga menembus 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak Mei. Di pasar domestik AS, harga rata-rata bensin ikut meroket melampaui 4 dolar AS per galon, sebuah angka yang dinilai akan menyulitkan Trump dalam mempertahankan argumen perangnya di mata publik.

Menghadapi jalan buntu, Trump mengaku kepada Axios bahwa ia sedang mempertimbangkan serangan masif yang lebih besar dari sebelumnya. Namun, opsi militer skala besar membawa risiko tinggi. Serangan terhadap infrastruktur penting Iran rentan dikategorikan sebagai kejahatan perang. Sementara itu, upaya menguasai wilayah strategis seperti Pulau Kharg atau Selat Hormuz membutuhkan pengerahan pasukan darat, sebuah langkah yang ditolak oleh 68 persen warga AS menurut survei CNN. Di sisi lain, Wakil Presiden JD Vance dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine dilaporkan memiliki kekhawatiran tersendiri mengenai eskalasi militer di tengah menipisnya stok amunisi militer AS.

Baca Juga

Israel Ledakkan 1.100 Ton Bom di Negara Arab Ini, Picu Gempa M 4,1

Israel Ledakkan 1.100 Ton Bom di Negara Arab Ini, Picu Gempa M 4,1

Tekanan yang bertubi-tubi memaksa adanya penyesuaian target strategis. Tuntutan awal AS agar Iran menyerah tanpa syarat dan tidak memiliki senjata nuklir secara permanen kini bergeser. Trump mengisyaratkan kemungkinan menerima kompromi berupa pembukaan kembali Selat Hormuz, dengan dalih bahwa Iran pada dasarnya telah melakukan denuklirisasi yang dapat dipantau dari luar angkasa. Bersamaan dengan itu, Kongres AS mulai mengambil langkah pembatasan. DPR AS telah dua kali memungut suara untuk membatasi wewenang perang presiden melalui War Powers Act, sementara Senat melakukannya satu kali. Politisi Republik seperti Anggota DPR Nancy Mace dan Senator Lisa Murkowski juga secara tegas menolak klaim pemerintah yang menganggap jeda gencatan senjata dapat mereset batas waktu konstitusional pengerahan pasukan militer.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpAmerika SerikatIranPemilu SelaKonflik Timur Tengah

Berita Terbaru Lainnya

BPBD Jatim Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Kebakaran Gunung BromoGempa M 6.2 Guncang Laut Banda Maluku, BMKG, Tidak Berpotensi TsunamiDari Sampah Jadi Green Jobs, TPS3R Guwosari Ciptakan Peluang Ekonomi WargaBromo Kebakaran Lagi, Api Merambat ke Bukit TeletubbiesGempa M6,2 Guncang Maluku Barat Daya, Terasa di TiakurIsrael Ledakkan 1.100 Ton Bom di Negara Arab Ini, Picu Gempa M 4,1Gempa M6,2 Terjadi di Laut Banda Terasa hingga Kota KupangJelang MotoGP Mandalika 2026, Persiapan Capai 80 Persen dan Ada Promo Tiket

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap