Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Penyaluran Pay Later Multifinance dan Perbankan Melonjak pada Juni 2026

Wahyu SuryaniDiterbitkan 8 Agu 2026 - 13.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyaluran Pay Later Multifinance dan Perbankan Melonjak pada Juni 2026
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Penyaluran pembiayaan menggunakan skema Buy Now Pay Later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan atau multifinance mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan pada pertengahan tahun ini. Pada bulan Juni 2026, penyaluran fasilitas BNPL ini tumbuh sebesar 57,02% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan yang pesat ini menjadi indikator kuat bahwa masyarakat Indonesia semakin gemar memanfaatkan fasilitas beli sekarang bayar nanti untuk memenuhi berbagai kebutuhan mereka. Secara nominal, nilai penyaluran fasilitas BNPL dari perusahaan pembiayaan pada pertengahan tahun 2026 tersebut tercatat mencapai angka Rp13,40 triliun.

Tren kenaikan pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan ini tidak terjadi secara mendadak, melainkan melanjutkan tren positif dari periode-periode sebelumnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari data SLIK

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
OJK
, pembiayaan BNPL multifinance terus meneruskan tren kenaikan secara bulanan. Sebelum menyentuh angka 57,02% pada bulan Juni, pertumbuhan kinerja BNPL di sektor multifinance juga sudah terpantau sangat kuat pada bulan sebelumnya. Pada Mei 2026, pertumbuhan kinerja BNPL di perusahaan pembiayaan tercatat naik sebesar 53,78% secara tahunan, yang menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang konsisten menjelang pertengahan tahun.

Menariknya, lonjakan penyaluran pembiayaan BNPL pada perusahaan pembiayaan ini juga dibarengi dengan perbaikan kualitas kredit yang disalurkan. Rasio pembiayaan bermasalah atau gross Non-Performing Financing (NPF) untuk layanan BNPL pada perusahaan pembiayaan terpantau mengalami penurunan. Pada Juni 2026, gross NPF BNPL turun menjadi 3,09%. Angka ini menunjukkan perbaikan kualitas portofolio pembiayaan jika dibandingkan dengan posisi pada bulan Mei 2026 yang mana gross NPF BNPL masih berada di tingkat 3,44%. Penurunan rasio kredit bermasalah ini mengindikasikan bahwa meskipun penyaluran dana meningkat pesat, tingkat pengembalian dari debitur juga mengalami perbaikan.

Baca Juga

Prabowo Sebut Swasembada Pangan Nyata, Minta Periksa Seluruh Gudang Pangan Nasional

Prabowo Sebut Swasembada Pangan Nyata, Minta Periksa Seluruh Gudang Pangan Nasional

Di sisi lain, fenomena penggunaan layanan bayar tunda ini tidak hanya didominasi oleh perusahaan pembiayaan atau multifinance saja, melainkan juga marak di sektor perbankan. Total baki debet atau outstanding pay later yang disalurkan oleh industri perbankan nasional tercatat mencapai angka yang cukup besar, yaitu Rp30,71 triliun pada Juni 2026. Dari segi pertumbuhan, nilai outstanding pay later perbankan tersebut tumbuh sebesar 33,54% secara tahunan (yoy) pada Juni 2026. Pertumbuhan pada bulan Juni ini terhitung melandai jika kita bandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya, di mana pertumbuhan pay later perbankan pada Mei 2026 sempat menyentuh angka sekitar 37% secara tahunan.

Meskipun secara persentase pertumbuhan tahunannya sedikit melandai pada bulan Juni, jangkauan pasar dari produk pay later yang ditawarkan oleh industri perbankan tergolong sangat luas dan masif. Hingga bulan Juni 2026, jumlah rekening pay later yang berhasil disalurkan oleh perbankan telah mencapai angka 32,80 juta rekening. Meskipun jumlah rekening yang terdaftar sangat besar, rata-rata outstanding balance atau baki debet untuk setiap rekening pay later perbankan tersebut masih relatif kecil. Rata-rata baki debet per rekening hanya berkisar di angka Rp940 ribu saja, yang menunjukkan bahwa penggunaan pay later di perbankan didominasi oleh transaksi ritel bernilai kecil.

Baca Juga

Pembudidaya Bugenvil di Bireuen Kembali Bangkit Pascabanjir Bandang 2025

Pembudidaya Bugenvil di Bireuen Kembali Bangkit Pascabanjir Bandang 2025

Melihat perkembangan transaksi pay later yang terus melesat baik di sektor multifinance maupun perbankan, pihak regulator memberikan perhatian khusus terhadap aspek mitigasi risiko. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML), Agusman, menekankan pentingnya bagi para pelaku industri untuk tidak lengah. Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan bisnis yang cepat ini harus selalu diimbangi dengan penerapan prinsip kehati-hatian serta penguatan tata kelola risiko yang ketat demi menjaga stabilitas industri keuangan.

Lebih lanjut, Agusman memberikan arahan konkret mengenai langkah-langkah yang perlu diambil oleh perusahaan pembiayaan untuk menjaga kualitas pembiayaan mereka agar tetap sehat. "Untuk menjaga kualitas pembiayaan, Perusahaan Pembiayaan perlu terus memperkuat penerapan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian, antara lain melalui penguatan penilaian kemampuan bayar debitur serta pemantauan kualitas portofolio secara berkelanjutan," ujar Agusman. Dengan langkah-langkah preventif ini, diharapkan pertumbuhan industri BNPL dapat terus berlangsung secara berkelanjutan tanpa menimbulkan risiko sistemik bagi industri jasa keuangan di Indonesia.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

multifinanceojkPerbankanPay LaterBNPL

Berita Terbaru Lainnya

Prabowo Sebut Swasembada Pangan Nyata, Minta Periksa Seluruh Gudang Pangan NasionalPembudidaya Bugenvil di Bireuen Kembali Bangkit Pascabanjir Bandang 2025Prabowo Ungkap Hampir 2.500 Jembatan Telah Dibangun di Desa Seluruh IndonesiaAlasan Persib Bandung Mendatangkan Gelandang Jepang Gakuto NotsudaDewa United Resmi Berpisah dengan Pelatih Jan Olde Riekerink setelah Empat Musim KebersamaanHUT ke-436 Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Ajak Warga Tanamkan Rasa Cinta demi KemajuanMensesneg Ungkap Destry Damayanti Masuk Pertimbangan Prabowo Jadi Calon Gubernur BIIHSG Akhir Pekan Melesat Tembus Level 6.400 Seiring Penguatan Rupiah

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap