Kementerian Ketenagakerjaan secara resmi telah merilis data terbaru mengenai situasi pemutusan hubungan kerja di Indonesia untuk paruh pertama tahun 2026. Berdasarkan catatan lembaga tersebut, puluhan ribu pekerja harus kehilangan pekerjaan mereka dalam kurun waktu enam bulan pertama. Angka pasti yang dibeberkan mencapai 32.389 orang pekerja yang terdampak. Jumlah ini merupakan akumulasi dari berbagai laporan yang masuk selama periode bulan Januari hingga bulan Juni tahun 2026. Publikasi data ini memberikan gambaran nyata mengenai kondisi ketenagakerjaan di tanah air selama semester pertama tahun tersebut.
Informasi mengenai puluhan ribu pekerja yang kehilangan pekerjaan ini dikumpulkan dan didokumentasikan secara langsung oleh Pusat Data dan Informasi Ketenagakerjaan atau yang biasa disingkat sebagai Pusdatik Kemnaker. Lembaga ini bertugas menghimpun rincian angka pemutusan hubungan kerja dari berbagai wilayah di Indonesia untuk kemudian dipetakan menjadi sebuah laporan statistik yang komprehensif. Melalui pencatatan yang dilakukan oleh Pusdatik Kemnaker, publik dapat melihat secara jelas bagaimana tren kehilangan pekerjaan ini terdistribusi di berbagai daerah selama enam bulan pertama tahun 2026. Pemetaan data ini sangat penting untuk mengetahui titik-titik mana saja yang paling banyak menyumbang angka pekerja terdampak.








