TNI Angkatan Laut mengerahkan armada kapal perang dan armada patroli untuk memperluas pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Kelima pewarta tersebut dilaporkan hilang saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di wilayah perairan Banten sejak Senin (7/9).
Upaya penyisiran laut skala besar ini melibatkan unsur pangkalan di dua sisi selat serta Komando Armada TNI AL. Operasi ini menindaklanjuti arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali agar jajaran prajurit sigap membantu operasi kemanusiaan dan penyelamatan masyarakat di wilayah perairan nasional.
Pengerahan KRI dan Armada Patroli Pangkalan
Untuk menjangkau radius pencarian yang lebih luas di tengah perairan Selat Sunda, TNI AL menerjunkan tiga unit Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), yakni KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861. Ketiga kapal perang tersebut difokuskan untuk menyisir perairan terbuka dan memperkuat koordinasi operasi SAR gabungan.
Usai Kebakaran Hebat, Desa Adat Sade Memilih Bangkit

Selain kapal perang utama, unsur pangkalan daerah bergerak menyisir perairan pesisir dan titik-titik duga keberadaan korban. Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten mengerahkan KAL Anyer I.3-64 bersama perahu cepat Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) Peucang untuk memeriksa sektor perairan Pandeglang yang diduga menjadi rute terakhir rombongan jurnalis.
Dari arah berlawanan, Lanal Lampung turut menyiagakan KAL Siaga. Unit patroli ini bertugas mendukung operasi pencarian maritim sekaligus memantau perkembangan situasi dan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di sekitar lokasi penyisiran.
Gempa Susulan di NTT Tembus 14.236 Kejadian Pascagempa M 7,7 Flores

Fokus Penyisiran Fisik dan Perlengkapan
Dalam operasi penyisiran ini, tim di lapangan tidak hanya mencari keberadaan para korban, tetapi juga memantau serpihan, sarana transportasi laut, maupun peralatan liputan yang dibawa para jurnalis saat bertugas.
Sebelum pengerahan KRI secara terpusat, koordinasi pencarian telah dipimpin langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol Hengki bersama tim SAR gabungan di lapangan. Keterlibatan armada kapal perang diharapkan mampu mempercepat proses penemuan para jurnalis yang belum dapat dihubungi sejak awal pekan.






