Warga kawasan permukiman Dusun Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai bergotong royong memulihkan perkampungan adat mereka yang hangus dilanda api.
Musibah kebakaran hebat melanda kawasan cagar budaya tersebut pada Sabtu (22/8) malam sekitar pukul 20.30 WITA. Peristiwa itu melalap hampir seluruh area permukiman adat dan menghanguskan harta benda warga, dengan catatan kerusakan mencapai sedikitnya 78 unit bangunan. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melaporkan total kerugian akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp33,84 miliar serta berdampak langsung terhadap 320 pelaku wisata di kawasan tersebut.
Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa NTT Bertambah Jadi 136 Orang

Di tengah kehilangan besar tersebut, masyarakat setempat memilih bangkit secara mandiri melalui pembangunan swadaya. Salah seorang warga Dusun Sade, Itok Sanadi (38), mengungkapkan bahwa pengerjaan kini telah memasuki tahap rekonstruksi fisik dengan estimasi penyelesaian paling lambat sekitar dua bulan. Kendati demikian, proses pemulihan menghadapi kendala teknis dalam pembuatan atap tradisional berbahan alang-alang yang memerlukan keterampilan khusus dan waktu pengerjaan lebih lama.
Langkah pemulihan pascakebakaran pada Agustus 2026 ini turut mengundang perhatian pemangku kepentingan kebudayaan. ICPI menekankan pentingnya menjaga keaslian aset budaya serta dokumentasi warisan sejarah selama penataan ulang berlangsung. Di tingkat pusat, Kementerian Kebudayaan tengah mengkaji skema rekonstruksi berfokus pada mitigasi bencana dengan estimasi alokasi kebutuhan dana sebesar Rp25 miliar hingga Rp30 miliar.
Gempa Susulan di NTT Tembus 14.236 Kejadian Pascagempa M 7,7 Flores

Dorongan serupa disampaikan oleh anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra. Ia meminta rehabilitasi Desa Adat Sade dipercepat dengan tetap memprioritaskan proteksi kebencanaan masa depan tanpa merusak nilai-nilai sakral dan kearifan lokal yang menjadi identitas perkampungan tradisional tersebut.






