Aktivitas kegempaan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus berlanjut seusai gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Flores. Hingga Kamis (10/9/2026) pagi, frekuensi gempa susulan yang terdeteksi di kawasan tersebut telah mencapai belasan ribu kali.
Berdasarkan data pembaruan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per pukul 05.00 WIB, total kejadian gempa susulan tercatat menembus 14.236 kali kejadian. Rentang kekuatan getaran yang tercatat memiliki variasi yang cukup signifikan, mulai dari skala sangat kecil hingga skala sedang.
Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa NTT Bertambah Jadi 136 Orang

BMKG mencatat magnitudo gempa susulan terbesar berada pada kekuatan magnitudo 6,2. Sementara itu, getaran susulan dengan kekuatan paling rendah tercatat bermagnitudo 0,9.
Dari total keseluruhan 14.236 rentetan gempa yang terekam oleh sensor seismik, sebagian besar berintensitas rendah. Kendati demikian, terdapat sebanyak 184 kejadian gempa susulan yang getarannya dapat dirasakan langsung secara nyata oleh masyarakat di wilayah NTT dan sekitarnya.
Usai Kebakaran Hebat, Desa Adat Sade Memilih Bangkit

Pemantauan terhadap perkembangan aktivitas kegempaan di kawasan Flores terus diperbarui secara berkala oleh BMKG guna mengamati tren penurunan pelepasan energi seismik pascagempa utama.






