Setelah mengalami gempuran militer selama 13 hari beruntun, situasi di wilayah Iran mulai menunjukkan tanda-tanda mereda dalam dua hari terakhir. Berhentinya serangan dari pihak Amerika Serikat memberikan ruang bagi warga di ibu kota Teheran untuk kembali bernapas lega. Aktivitas harian masyarakat yang sebelumnya terhenti kini berangsur normal. Arus lalu lintas di jalanan ibu kota kembali padat, sementara berbagai pertokoan mulai beroperasi secara penuh. Suasana mencekam yang diwarnai suara ledakan pada hari-hari sebelumnya kini tidak lagi terdengar, menandai jeda dari eskalasi bersenjata yang membekap kawasan tersebut.
Merespons perubahan situasi di lapangan, otoritas militer Iran secara resmi menangguhkan operasi balasan mereka terhadap Washington. Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, mengonfirmasi bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menghentikan serangan. Berbicara melalui kantor berita AFP pada Senin (27/7), Akraminia menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil menyusul berhentinya serangan udara maupun darat dari pihak lawan. Ia menegaskan bahwa strategi utama Teheran pada dasarnya adalah pembalasan. Oleh karena itu, ketika Amerika Serikat menghentikan gempuran mereka selama dua malam terakhir, pasukan Iran pun mengambil keputusan serupa dengan menghentikan operasi pembalasan.








