Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memasang sistem pemantauan kualitas udara seluler di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (9/9).
Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala BPLH Diaz Hendropriyono menyatakan, data pemantauan udara tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan lanjutan dan memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi terdampak. Selain unit pemantau kualitas udara, KLH/BPLH turut mendistribusikan bantuan logistik bagi personel pemadam, meliputi makanan, minuman, masker, serta obat tetes mata.
WN China Ditangkap di Ngurah Rai, Selundupkan 10,4 Kg Emas

Titik api di TPA Galuga pertama kali terdeteksi pada Senin (7/9) sekitar pukul 16.00 WIB di kawasan perkebunan sebelum akhirnya merembet ke area timbunan sampah. Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa pengendalian api di lokasi sempat menghadapi kendala akibat keterbatasan akses menuju titik kebakaran.
Untuk melokalisasi kobaran api, tim gabungan membuat sekat pemisah sembari terus melakukan pendinginan guna mengeliminasi sisa titik panas di lapisan sampah terdalam. Upaya pemadaman juga diperkuat dukungan udara dari TNI AU yang telah menerbangkan 10 sorti operasi pengeboman air (water bombing).
Detik-detik Gas 3 Kg Meledak di Warteg Jakbar hingga Warga Berhamburan

Peristiwa di Galuga merupakan bagian dari kebakaran yang melanda 12 titik di Kabupaten Bogor. KLH mencatat akumulasi gas metana dan cuaca ekstrem menjadi pemicu kebakaran di sejumlah tempat pembuangan sampah. Menindaklanjuti kerawanan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup menerbitkan Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2026 yang menginstruksikan pemerintah daerah dan dinas lingkungan hidup untuk mengintensifkan patroli serta pembasahan berkala di area TPA, didukung instruksi Presiden terkait penambahan alokasi anggaran mitigasi bencana.






