Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kediaman Direktur PT Cahaya Mas Cemerlang (CMC) berinisial EY di kawasan Jakarta Timur pada Selasa, 8 September 2026. Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita sejumlah barang bukti elektronik yang diduga kuat memiliki kaitan langsung dengan dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani.
Langkah penindakan ini merupakan bagian dari pengembangan perkara suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Juru bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa dugaan praktik korupsi yang menyeret PT CMC terindikasi tidak hanya menyasar wilayah Kabupaten Rejang Lebong, melainkan juga terjadi di daerah lain.
Perkara ini berakar dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilancarkan lembaga antirasuah pada 9 Maret 2026. Dalam operasi senyap tersebut, KPK sempat mengamankan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, Wakil Bupati Hendri, serta 11 orang lainnya atas dugaan praktik suap proyek daerah.
WN China Ditangkap di Ngurah Rai, Selundupkan 10,4 Kg Emas

Sehari berselang setelah operasi penangkapan, KPK resmi menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka mencakup Bupati Muhammad Fikri Thobari dan Kepala Dinas PUPRPKP Rejang Lebong Hary Eko Purnomo dari unsur pemerintah daerah, serta tiga perwakilan pihak swasta: Irsyad Satria Budiman dari PT Statika Mitra Sarana, Edi Manggala dari CV Manggala Utama, dan Youki Yusdiantoro dari CV Alpagker Abadi. Kelimanya disangka terlibat dalam praktik ijon proyek di Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong untuk tahun anggaran 2025–2026.
Perluasan Penyidikan ke Wilayah Bengkulu
Seiring berjalannya proses hukum, KPK memperluas penyidikan kasus suap ini ke lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu setelah menemukan bukti penerimaan uang dari pihak swasta di luar tiga perusahaan awal.
Detik-detik Gas 3 Kg Meledak di Warteg Jakbar hingga Warga Berhamburan

Dalam rangkaian upaya paksa di beberapa lokasi di Kota Bengkulu, penyidik telah mengamankan uang tunai senilai lebih dari Rp 4 miliar. Penggeledahan terhadap rumah pimpinan PT CMC menjadi indikasi pendalaman terus berjalan untuk menelusuri keterlibatan jejaring kontraktor swasta dan aliran dana lain dalam proyek pemerintah di Provinsi Bengkulu.






