Bencana gempa bumi yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggalkan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat di berbagai pelosok daerah, khususnya di Kabupaten Manggarai. Guncangan tersebut memaksa warga meninggalkan hunian mereka demi mencari tempat yang lebih aman dari potensi bahaya fisik. Di tengah situasi darurat yang penuh tantangan, keberadaan Posko Pertamina Peduli menjadi tumpuan penting bagi para penyintas bencana untuk mendapatkan perlindungan sementara, pasokan kebutuhan harian, serta pendampingan langsung dari relawan dan jajaran manajemen perusahaan.
Di lokasi pengungsian Lapangan Barangkolong, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, suasana haru dan kelegaan menyelimuti warga yang bertahan di tenda-tenda darurat. Salah satu penyintas yang merasakan langsung kehadiran fasilitas penampungan ini adalah Rosalia Ojam, seorang perempuan berusia 55 tahun. Setelah melewati hari-hari yang diliputi kekhawatiran pascagempa, raut wajah Rosalia Ojam kini tampak berangsur tenang saat menetap di tenda pengungsian bersama warga lainnya. Keberadaan fasilitas posko dan ketersediaan bantuan yang terkoordinasi memberikan rasa aman bagi masyarakat di tengah masa penanganan darurat.
Kondisi Pengungsian Warga di Lapangan Barangkolong Pasca-Gempa Flores
Keputusan warga untuk mengungsi ke tempat terbuka merupakan langkah mitigasi darurat guna menghindari risiko bahaya akibat struktur bangunan yang terdampak guncangan gempa bumi. Lapangan Barangkolong di Kecamatan Reo disiapkan sebagai titik penampungan terpadu yang memuat barisan tenda pengungsian Posko Pertamina Peduli. Keberadaan tenda-tenda ini menjadi tempat bernaung utama bagi keluarga-keluarga yang rumahnya terdampak dan dinilai belum aman untuk ditinggali kembali selama periode awal pascabencana.
Bagi para pengungsi seperti Rosalia Ojam, beradaptasi dengan lingkungan pengungsian komunal tentu menghadirkan dinamika tersendiri. Tinggal di dalam tenda bersama warga lainnya membutuhkan dukungan fasilitas yang memadai agar kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan dasar tetap terjaga. Posko Pertamina Peduli difungsikan secara optimal sebagai sentra koordinasi harian yang memantau kondisi fisik para penyintas, memastikan setiap kepala keluarga terdata dengan baik, serta mengawasi kebutuhan kelompok rentan seperti kalangan lansia dan anak-anak.
Ketenteraman yang mulai dirasakan oleh para penyintas di Lapangan Barangkolong tidak lepas dari kesiapan fasilitas yang disediakan di posko pengungsian tersebut. Kehadiran ruang tinggal sementara yang terlindung dari cuaca, didukung oleh pasokan logistik yang berkesinambungan, membantu memulihkan stabilitas mental masyarakat yang sempat terguncang akibat peristiwa bencana. Hal ini membuktikan bahwa penanganan tanggap darurat yang tertata mampu memberikan ketenangan nyata bagi warga yang tengah menghadapi masa sulit.
Dukungan Logistik dan Pasokan Ribuan Paket Sembako di NTT
Pemenuhan kebutuhan pangan pokok menjadi aspek paling fundamental dalam penanganan bencana alam berskala luas seperti gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Terputusnya rutinitas ekonomi dan aktivitas rumah tangga harian membuat warga sangat bergantung pada rantai pasokan bantuan logistik dari luar. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pertamina telah menyalurkan sekitar 9.600 paket sembako ke sejumlah wilayah terdampak gempa di berbagai titik di provinsi NTT.
Penyaluran sekitar 9.600 paket sembako ini dirancang untuk menjangkau masyarakat yang berada di pusat-pusat penampungan maupun warga yang berada di area terdampak lainnya. Paket sembako tersebut memuat berbagai komoditas pangan pokok yang esensial guna memenuhi kebutuhan gizi keluarga selama masa tanggap darurat berlangsung. Distribusi paket bahan makanan ini disalurkan secara bertahap dan teratur agar persediaan di posko-posko penampungan tidak mengalami kekosongan di tengah proses pemulihan.
Skala penyaluran ribuan paket sembako tersebut mencerminkan komitmen kuat dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat terdampak gempa. Manajemen rantai pasok bantuan logistik diatur secara cermat agar penyaluran tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan. Ketersediaan bahan pokok dalam jumlah memadai memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa kebutuhan konsumsi harian keluarga mereka akan tetap tercukupi selama masa darurat.
Prabowo Pastikan Tindak Tegas Perusahaan yang Terbukti Lakukan Pembakaran Hutan

Peran Pasokan Bright Gas dalam Operasional Dapur Umum Reo
Selain mendistribusikan bahan pangan mentah, penyediaan makanan matang yang higienis dan hangat menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan para pengungsi di lapangan. Di Kecamatan Reo, keberadaan dapur umum di posko pengungsian menjadi denyut nadi utama yang melayani konsumsi harian ratusan jiwa. Untuk memastikan operasional dapur umum berjalan tanpa hambatan, Pertamina menyalurkan dukungan kebutuhan logistik yang mencakup pasokan bahan bakar liquefied petroleum gas bermerek Bright Gas.
Penggunaan Bright Gas di dapur umum pengungsian Lapangan Barangkolong memungkinkan proses memasak dalam kapasitas besar berlangsung secara cepat, efisien, dan aman. Relawan dan petugas dapur umum dapat menyiapkan makanan siap santap secara terjadwal untuk seluruh penghuni tenda pengungsian, mulai dari santap pagi hingga malam hari. Nyala api yang stabil dan keandalan tabung Bright Gas memberikan kemudahan teknis bagi tim dapur umum dalam mengolah bahan pangan dalam waktu singkat demi mencukupi kebutuhan seluruh warga terdampak.
Asupan makanan hangat yang disajikan secara konsisten melalui dapur umum sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh para pengungsi. Dalam kondisi cuaca terbuka di area perkemahan darurat, tubuh para penyintas bencana rentan mengalami penurunan imunitas jika tidak memperoleh nutrisi yang cukup. Oleh karena itu, sinergi antara ketersediaan bahan makanan dan pasokan energi Bright Gas menjadi fondasi penting dalam menopang kesehatan kolektif masyarakat di Kecamatan Reo.
Kunjungan Jajaran Direksi dan Peninjauan Langsung Wilayah Terdampak
Penanganan tanggap darurat pascagempa di Kabupaten Manggarai mendapatkan perhatian langsung dari pucuk pimpinan tertinggi Pertamina. Pada Senin (17/8), Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri terjun langsung meninjau wilayah-wilayah yang terdampak bencana di Kabupaten Manggarai. Dalam kunjungan lapangan tersebut, Simon Aloysius Mantiri melihat kondisi riil kerusakan di wilayah setempat sekaligus menyerahkan bantuan secara langsung guna mempercepat penanganan kedaruratan bagi para penyintas.
Peninjauan langsung oleh pimpinan korporasi ini mempertegas kecepatan respons organisasi dalam menghadapi krisis bencana alam di daerah. Dengan melihat situasi lapangan secara dekat, koordinasi penyaluran bantuan dapat dilakukan secara komprehensif, mengidentifikasi titik-titik krusial yang memerlukan intervensi segera, serta memastikan sumber daya yang dikerahkan mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat di Kabupaten Manggarai.
Komitmen pendampingan tersebut berlanjut melalui kunjungan kerja Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita pada Kamis (20/8/2026). Arya Dwi Paramita mendatangi langsung Posko Pertamina Peduli di Lapangan Barangkolong, Kecamatan Reo, untuk memantau dari dekat bagaimana fasilitas penampungan beroperasi dan bagaimana kondisi kehidupan warga di tenda pengungsian. Kunjungan ini memastikan bahwa seluruh program bantuan yang telah dicanangkan berjalan lancar, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pengungsi seperti Rosalia Ojam dan warga lainnya.
Perhatian terhadap Fasilitas Medis Melalui Kunjungan ke RS Ruteng
Penanganan dampak bencana gempa bumi tidak hanya terbatas pada area pengungsian terbuka, melainkan juga menyentuh fasilitas pelayanan kesehatan publik yang menjadi tumpuan perawatan para korban. Rumah sakit merupakan infrastruktur vital yang bekerja ekstra keras menangani pasien luka-luka maupun warga yang mengalami gangguan kesehatan pascagempa. Menyadari peran krusial tersebut, jajaran pimpinan pengawasan Pertamina turut memberikan perhatian khusus pada sektor medis.
Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan melakukan kunjungan langsung ke Rumah Sakit (RS) Ruteng. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara dekat kondisi masyarakat yang tengah menjalani perawatan medis akibat dampak gempa bumi, sekaligus memastikan kesiapan sarana dan prasarana kesehatan dalam menangani para pasien. Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Mochamad Iriawan turut menyerahkan bantuan guna menopang operasional pelayanan dan pemenuhan kebutuhan medis di rumah sakit rujukan tersebut.
Karhutla Melanda TNWK, Pantauan Satwa Liar, Dugaan Kesengajaan, dan Sinergi Pengamanan Kawasan Konservasi

Dukungan terhadap fasilitas kesehatan seperti RS Ruteng memiliki nilai strategis dalam memperkuat ketahanan sistem medis lokal selama fase darurat. Beban kerja tenaga medis dan kebutuhan logistik obat-obatan serta perawatan pasien meningkat tajam pascabencana. Melalui bantuan yang diserahkan, RS Ruteng diharapkan dapat terus memberikan penanganan optimal bagi masyarakat Kabupaten Manggarai yang membutuhkan tindakan medis cepat dan memadai.
Program Pemulihan Trauma dan Pendampingan Psikososial Anak-Anak
Pengalaman menghadapi bencana gempa bumi berpotensi meninggalkan dampak psikologis mendalam, terutama bagi kalangan anak-anak yang rentan terhadap trauma emosional. Guncangan bumi yang merusak hunian dan keharusan tinggal di lingkungan pengungsian yang serba terbatas dapat memicu rasa takut serta kecemasan berkepanjangan. Untuk membantu memulihkan keceriaan mereka, relawan Pertamina Peduli menggelar kegiatan pemulihan trauma (trauma healing) di Posko Lapangan Barangkolong.
Dalam kegiatan tersebut, para relawan mengajak anak-anak pengungsi berinteraksi aktif melalui aneka permainan edukatif, bernyanyi, dan aktivitas kelompok yang menggembirakan. Suasana interaktif ini dirancang khusus untuk mengalihkan pikiran anak-anak dari peristiwa mencekam yang baru saja mereka alami, sehingga rasa percaya diri dan kenyamanan mental mereka dapat kembali tumbuh.
Sebagai bagian dari rangkaian pemulihan psikososial tersebut, relawan turut mendistribusikan makanan ringan dan susu kepada seluruh anak yang mengikuti kegiatan. Arya Dwi Paramita menjelaskan bahwa pemberian makanan ringan dan susu dilakukan beriringan dengan kegiatan interaktif agar anak-anak merasa lebih senang dan terbebas dari ketegangan setelah melalui hari-hari yang tidak mudah sejak gempa terjadi. Nutrisi tambahan berupa susu dan makanan ringan ini menjadi pelengkap penting dalam menghadirkan kebahagiaan sederhana sekaligus menjaga asupan gizi anak-anak di tenda penampungan.
Sinergi Distribusi Bantuan Bersama Pemerintah Kecamatan Reo
Keberhasilan penyaluran bantuan kemanusiaan di lokasi bencana sangat bergantung pada koordinasi yang erat dan harmonis antara penyedia bantuan dengan jajaran birokrasi pemerintah setempat. Penyaluran bantuan di Posko Lapangan Barangkolong disinergikan secara langsung dengan aparat pemerintahan Kecamatan Reo guna menjamin transparansi, akuntabilitas, serta ketepatan distribusi kepada warga yang berhak.
Dalam kunjungan yang berlangsung di Lapangan Barangkolong, Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Sekretaris Camat Reo Yosef Sudarso. Penyerahan simbolis kepada perwakilan pemerintah kecamatan ini menandai kolaborasi formal dalam pengelolaan dan penyaluran logistik bencana, sehingga seluruh alokasi bantuan tercatat secara terpadu dalam administrasi posko tanggap darurat wilayah Reo.
Sinergi antara Pertamina dan Pemerintah Kecamatan Reo di bawah koordinasi Sekretaris Camat Yosef Sudarso memungkinkan validasi data pengungsi berjalan akurat. Melalui kerja sama ini, distribusi bahan pokok, pengisian ulang bahan bakar Bright Gas untuk dapur umum, serta penyediaan fasilitas pendukung pengungsian lainnya dapat disesuaikan dengan perkembangan jumlah penyintas di lapangan. Kemitraan yang solid antara badan usaha dan pemerintah daerah menjadi pilar utama dalam menghadirkan respons tanggap darurat yang efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Flores yang terdampak bencana gempa bumi.






