Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mematangkan transformasinya sebagai policy bank pada usia ke-17 tahun. Penguatan kelembagaan dan kapasitas pembiayaan terus didorong guna mengisi kesenjangan pasar (market gap) yang belum terjangkau secara optimal oleh sektor perbankan komersial.
Langkah strategis tersebut sejalan dengan mandat pemerintah dalam memperluas penetrasi ekspor serta menjaga daya tahan industri domestik di tengah dinamika pasar global.
Arahan Pembiayaan untuk Sektor Rentan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta LPEI mencermati kondisi sektor-sektor unggulan nasional yang menghadapi tekanan akibat globalisasi, antara lain industri tekstil, alas kaki atau sepatu, dan baja. Sektor-sektor padat karya ini dinilai membutuhkan perhatian khusus karena kerap menghadapi kendala akses pinjaman dari lembaga keuangan konvensional.
Pakai Ganjil-Genap, Pertamina Sebut Antrean di SPBU Makassar Mulai Melandai

Sebagai regulator yang menetapkan parameter kinerja LPEI, Purbaya menegaskan kesiapannya untuk menyesuaikan target kinerja jika diperlukan agar industri mendapatkan pembiayaan yang terjangkau. Indikator kinerja utama (KPI) pendapatan bunga lembaga dapat diturunkan demi memastikan instrumen pembiayaan efektif menjawab kebutuhan riil pelaku usaha di tanah air.
Jangkauan Pasar Global dan Dampak Ekonomi
Direktur Eksekutif LPEI Sukatmo Padmosukarso menyatakan bahwa arahan pemerintah semakin memperjelas mandat institusi. Operasional LPEI diarahkan tidak sebatas penyaluran kredit, melainkan berpegang pada prinsip Beyond Financing, Developmental Impact, dan Sustainability.
Serbu! Tempat Tidur Banting Harga di Transmart Full Day Sale

Sejauh ini, fasilitas LPEI telah membiayai proyek strategis kontraktor Indonesia di sejumlah negara mitra, termasuk Malaysia, Amerika Serikat, Timor Leste, dan Arab Saudi. Lembaga ini juga memfasilitasi pembukaan pasar nontradisional, salah satunya melalui dukungan ekspor pesawat terbang buatan PT Dirgantara Indonesia ke Nepal, Senegal, dan Filipina.
Hingga posisi Juni 2026, dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan dari fasilitas pembiayaan LPEI tercatat mencapai 3,49 kali lipat untuk setiap rupiah yang disalurkan. Di samping fasilitas pembiayaan, apresiasi bagi pelaku ekspor berdaya saing terus diberikan melalui ajang penghargaan Indonesia Eximbank Export Champion Award.






