Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Cilacap dan sekitarnya pada Jumat (4/9/2026) pukul 12.05 WIB. Peristiwa tersebut mendorong tindakan pengamanan operasional di jalur rel dengan menghentikan sementara perjalanan kereta api yang sedang melintas.
Sebanyak 21 perjalanan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 5 Purwokerto sempat dikenakan status Berhenti Luar Biasa (BLB). Tindakan penghentian darurat ini diterapkan sebagai prosedur mitigasi keselamatan guna mengantisipasi potensi bahaya akibat getaran gempa.
Polda Jateng Bantu Water Bombing ke Kebakaran TPA Putri Cempo Solo

Saat kereta dihentikan, petugas KAI segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana perkeretaapian pada lintasan yang terdampak. Pengecekan mencakup kondisi jalur rel, struktur jembatan, terowongan, hingga fasilitas pendukung operasional perjalanan lainnya.
Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan seluruh infrastruktur perkeretaapian di wilayah Daop 5 Purwokerto aman dan tidak mengalami kerusakan akibat gempa. Setelah seluruh rute dipastikan laik dan aman untuk dilintasi, operasional perjalanan kereta api kembali diberangkatkan.
Seorang Balita Berhasil Dievakuasi dari Lokasi Kebakaran Apartemen Pavilion Jakpus

Proses pemeriksaan jalur tersebut menimbulkan penundaan waktu perjalanan pada beberapa rangkaian. KA 291 Kutojaya Selatan relasi Kutoarjo鈥揔iaracondong mencatatkan waktu henti terlama, yakni selama 66 menit, sebelum dapat melanjutkan perjalanannya kembali.






