Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/National

Akun NASA Soroti Kebakaran Hutan di Indonesia yang Meluas

Togar SiregarDiterbitkan 4 Sep 2026 - 18.09 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Akun NASA Soroti Kebakaran Hutan di Indonesia yang Meluas
Foto/Ilustrasi: Tirto
A-A+

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas di Indonesia. Melalui publikasi resminya pada 3 September 2026, NASA memaparkan citra sensor MODIS dari satelit Aqua tertanggal 1 September 2026 yang memperlihatkan sebaran titik panas dan kepulan asap di sejumlah wilayah.

Kondisi karhutla ini dipicu oleh cuaca kering ekstrem. Badan Pengawas Atmosfer dan Laut AS (NOAA) mencatat penguatan pola El Nino sepanjang Agustus, beriringan dengan fase positif Indian Ocean Dipole (IOD). Kondisi tersebut selaras dengan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang menunjukkan sekitar 90 persen wilayah Indonesia menerima minim hujan atau bahkan tidak ada hujan sama sekali sejak awal Agustus.

Indonesia memegang peran krusial dalam ekosistem global karena memiliki sekitar 36 persen dari total lahan gambut tropis dunia. Namun, karakteristik lahan gambut membuat kebakaran sulit dikendalikan. Peneliti dari Universitas Columbia, Robert Field, mencatat peningkatan tajam aktivitas kebakaran ini memiliki kemiripan pola dengan peristiwa karhutla pada 2015.

Baca Juga

Listrik Mati 2 Kali Sebelum Kebakaran di Apartemen Pavilion

Listrik Mati 2 Kali Sebelum Kebakaran di Apartemen Pavilion

Pada kebakaran besar 2015 yang berlangsung lebih dari tiga bulan, Indonesia melepaskan emisi sekitar 1,75 miliar ton setara gas rumah kaca, melampaui emisi tahunan Jepang. Hingga 2 September 2026, kebakaran yang berlangsung sekitar satu bulan ini diperkirakan telah menyumbang sekitar 10 persen dari total emisi tahun 2015. Menurut Field, kebakaran di bawah permukaan gambut berpotensi terus membara hingga musim hujan tiba pada Oktober atau November.

Pantauan Satelit dan Dinamika Titik Panas

Pemerintah Indonesia sendiri terus memantau pergerakan titik api secara langsung melalui platform SiPongi milik Kementerian Kehutanan yang memanfaatkan data sensor MODIS dan VIIRS milik NASA serta NOAA. Sistem SiPongi mencatat sebanyak 946 titik panas pada 31 Agustus 2026.

Baca Juga

Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Apartemen Pavilion, Hewan Juga Dievakuasi

Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Apartemen Pavilion, Hewan Juga Dievakuasi

Kendati demikian, NASA menjelaskan bahwa setiap titik merah pada peta deteksi termal satelit tidak serta-merta mencerminkan jumlah kebakaran secara satu per satu di daratan, karena satu titik api luas dapat menghasilkan beberapa piksel deteksi sekaligus.

Di sisi lain, jumlah titik panas yang terdeteksi satelit berpotensi berkurang saat kebakaran justru sedang memburuk. Ahli ekologi dari Pusat Ilmu Lingkungan Universitas Maryland, Mark Cochrane, menjelaskan bahwa kepulan kabut asap tebal dapat menutupi anomali termal di permukaan tanah, sehingga peristiwa kebakaran terparah secara paradoks sering kali menjadi yang paling sulit terpantau oleh sensor satelit dari luar angkasa.

Sumber: Tirto

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kebakaran HutanKarhutlaNASA

Berita Terbaru Lainnya

Listrik Mati 2 Kali Sebelum Kebakaran di Apartemen PavilionTak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Apartemen Pavilion, Hewan Juga DievakuasiMalaysia Tetapkan Status Darurat di Serian akibat Kabut Asap Karhutla RICerita Penghuni Apartemen Pavilion yang Terbakar, Selamatkan Kucing Lewat Tangga DaruratKebakaran Apartemen Pavilion, Petugas Gabungan Evakuasi Puluhan PenghuniGadis 15 Tahun Pengungsi Gempa NTT Diperkosa di Rumah Kosong, Polisi SelidikiPenampakan Kebakaran di Gunung Ijen, Api Merambat ke Jalur PendakiKebakaran Bedeng di Kedoya Jakbar Padam, Sisakan Puing-puing

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap