Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiagakan personel di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops). Langkah penyiagaan ini dilakukan guna memantau potensi berbagai bencana alam di wilayah tersebut, mulai dari ancaman gempa bumi hingga potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur, Samudra Wira Purnama, menjelaskan bahwa sebanyak 10 hingga 15 personel disiagakan setiap harinya di Pusdalops. Penjagaan dan pemantauan berkala dilakukan secara rutin untuk mengantisipasi kejadian bencana yang tidak dapat diprediksi, termasuk peristiwa gempa yang sempat terjadi pada Selasa petang.
Freeport Kirim Bantuan Senilai Rp2,5 M untuk Korban Gempa NTT

Selain melakukan pemantauan kondisi wilayah secara intensif, personel piket juga bertugas memberikan edukasi langkah keselamatan kebencanaan kepada masyarakat secara langsung. Kewaspadaan warga menjadi prioritas penanganan, mengingat Kabupaten Cianjur memiliki riwayat gempa bumi yang merusak pada 2022.
Enam Gunung Api di Indonesia Erupsi, Tidak Terkait dengan Gempa

Di tingkat kewilayahan, BPBD Kabupaten Cianjur turut mengoptimalkan peran relawan kebencanaan di seluruh kecamatan. Relawan tersebut dilibatkan untuk memantau titik-titik rawan kebakaran lahan di kawasan masing-masing, sekaligus mendistribusikan bantuan air bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan pasokan air di tengah kondisi kemarau.






