Memasuki hari keenam sejak insiden pertama kali terjadi, kepulan asap tipis masih terlihat membubung dari tumpukan sampah yang terbakar di tempat pembuangan akhir (TPA) liar Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, pada Rabu (2/9/2026).
Kapolsek Waringinkurung Iptu Hari Purwanto menyampaikan bahwa situasi di lokasi kejadian kini sudah relatif kondusif sejak sehari sebelumnya, meskipun api belum sepenuhnya padam total. Di area tersebut, hamparan sisa sampah yang menghitam masih menyisakan asap.
"Alhamdulillah sudah kondusif sejak kemarin. Kalau padam keseluruhan belum, hanya situasi sekarang seperti orang bakar sampah di belakang rumah," ujar Hari, Rabu (2/9/2026).
Freeport Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Untuk mencegah bara api kembali meluas, penanganan saat ini difokuskan pada penguraian material sampah dan penimbunan dengan tanah. Langkah penimbunan ini diambil agar api tidak merambat ke bagian lain, sementara petugas di lapangan terus melakukan monitoring berkala.
Kebakaran di TPA liar Waringinkurung dilaporkan bermula pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Dalam penanganannya, empat unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit alat berat dikerahkan guna menjinakkan kobaran api.
Selebgram Vilmei Ungkap 3 Tersangka Penggelapan Rp1,2 Miliar Telah Ditangkap

Sejak Minggu (30/8), api berkobar dalam skala besar sudah tidak ditemukan. Kendati demikian, pemadaman membutuhkan penanganan khusus karena titik api berada di bawah permukaan tumpukan sampah. Pihak kepolisian berkoordinasi dengan unsur Muspika untuk menurunkan ekskavator guna mengurai dan membuka timbunan sampah, sehingga tim damkar dapat langsung membasahi titik bara di lapisan bawah.






