Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan akan menanggung seluruh biaya penanganan medis bagi korban insiden ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas elpiji di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengonfirmasi tanggungan tersebut saat mengunjungi rumah duka di Kampung Pulo Kapuk, RT 001/RW 005, Desa Mekarmukti, pada Senin (31/8). Dalam kunjungan tersebut, ia hadir bersama perwakilan Dinas Sosial, Baznas, serta aparatur pemerintah setempat.
Korban Gempa NTT Terima Bantuan Hingga Trauma Healing

Musibah ledakan gas ini mengakibatkan dua warga meninggal dunia, sementara empat anggota keluarga lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Berdasarkan sebaran perawatannya, dua korban dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, satu korban di RSUD Kabupaten Bekasi, dan satu korban lainnya berada di RS Sentra Medika.
Selain jaminan biaya medis, pemerintah daerah mendistribusikan bantuan material guna meringankan beban kebutuhan harian para penyintas. Pihak Baznas turut menyerahkan santunan uang tunai sebesar Rp15 juta beserta paket bahan pokok untuk keluarga yang berjaga mendampingi korban di rumah sakit.
Freeport Kirim Bantuan Kemanusiaan Rp 2,5 M untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Menyikapi insiden ini, Asep menekankan urgensi sosialisasi penanganan darurat kebocoran elpiji hingga ke tingkat RT dan RW. Edukasi tersebut dipandang mendesak mengingat risiko kebocoran gas tidak hanya sebatas potensi semburan api, tetapi juga paparan gas yang berisiko memicu dehidrasi parah hingga gangguan pernapasan berbahaya.






