Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Ekonomi

Desil 1 Jakarta Belum Tentu Sama dengan Desil 1 Papua, Ini Penjelasan BPS

Marthen PalutunganDiterbitkan 13 Sep 2026 - 12.05 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Desil 1 Jakarta Belum Tentu Sama dengan Desil 1 Papua, Ini Penjelasan BPS
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan metodologi serta tahapan perhitungan pemeringkatan tingkat kesejahteraan masyarakat. Penjelasan tersebut disampaikan oleh Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data BPS, Setia Pramana, dalam forum diskusi bertajuk "Metodologi Penentuan Desil dan Pengukuran Kemiskinan di Indonesia" yang diselenggarakan di Politeknik Statistika STIS, Jakarta Timur, pada Jumat (11/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Setia menerangkan bahwa tingkat pengeluaran kelompok masyarakat pada desil yang sama dapat menunjukkan angka yang berbeda antarwilayah. Sebagai contoh, besaran pengeluaran warga yang masuk ke dalam kelompok desil 1 di Jakarta belum tentu sama dengan pengeluaran warga desil 1 di Papua, mengingat kondisi geografis serta karakteristik sosial-ekonomi di setiap daerah tidak seragam.

Mengapa BPS Menggunakan Data Pengeluaran Bukan Pendapatan?

Penetapan kelompok desil 1 hingga desil 10 dilakukan dalam rangka penyusunan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pengelompokan ini bertujuan untuk menetapkan peringkat (ranking) tingkat kesejahteraan masyarakat di Indonesia secara berjenjang.

Untuk mengukur tingkat kesejahteraan tersebut, BPS mendasarkan perhitungannya pada data pengeluaran keluarga dan bukan berdasarkan data pendapatan. Hal ini diputuskan karena ketiadaan data pendapatan yang lengkap dan memadai. Setia menjelaskan bahwa ketiadaan data pendapatan membuat BPS mengalihkan indikator penilaian pada data pengeluaran keluarga sebagai pendekatan utama dalam mengukur kondisi ekonomi masyarakat.

Baca Juga

Cuma di Transmart Full Day Sale, Beli Sepeda Jadi Semurah Ini

Cuma di Transmart Full Day Sale, Beli Sepeda Jadi Semurah Ini

Bagaimana BPS Memodelkan dan Memprediksi Pengeluaran Keluarga?

Dalam menghitung dan memprediksi angka pengeluaran masyarakat luas, BPS memanfaatkan data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Informasi mengenai karakteristik individu, rumah tangga, dan pemukiman dari Susenas digunakan sebagai data latih (training data) dalam pemodelan statistik.

Dari data latih tersebut, BPS menyusun model persamaan matematika untuk memperkirakan nilai pengeluaran keluarga-keluarga lainnya. Estimasi pengeluaran per kapita ini dibangun menggunakan sejumlah variabel prediktor (penduga), yang meliputi:

  • Karakteristik anggota rumah tangga
  • Kondisi fisik bangunan tempat tinggal atau rumah
  • Kepemilikan aset keluarga

Melalui kombinasi variabel prediktor tersebut, model statistik dapat memprediksi perkiraan nilai pengeluaran per kapita setiap keluarga secara proporsional.

Bagaimana Tahapan Pemeringkatan Desil dari Tingkat Daerah hingga Nasional?

Perhitungan dan pemodelan desil tidak langsung diratakan secara nasional. BPS menyesuaikan perhitungan dengan kondisi geografis serta karakteristik sosial-ekonomi spesifik di masing-masing wilayah, sehingga standar pengeluaran desil 1 di satu daerah dapat berbeda dengan daerah lainnya, seperti perbandingan antara Jakarta dan Papua.

Baca Juga

Turis Malaysia Paling Doyan Naik Whoosh, Begini Datanya

Turis Malaysia Paling Doyan Naik Whoosh, Begini Datanya

Proses perankingan dilakukan secara berjenjang melalui tiga tahapan utama:

  1. Pemeringkatan tingkat kabupaten/kota: Data pengeluaran keluarga diperingkatkan terlebih dahulu di level wilayah kabupaten atau kota masing-masing.
  2. Pemeringkatan tingkat provinsi: Hasil perankingan dari tingkat kabupaten/kota kemudian dikompilasi untuk membentuk peringkat di tingkat provinsi.
  3. Pemeringkatan tingkat nasional: Data dari seluruh provinsi diintegrasikan untuk menghasilkan ranking desil secara nasional.

Apa Penyebab Potensi Galat dalam Pemodelan Statistik Desil?

Secara akademis dan statistik, BPS mengakui bahwa potensi galat atau kesalahan prediksi (error) dapat terjadi dalam pemodelan data. Setia memaparkan bahwa sumber galat utama berakar dari kualitas data itu sendiri.

Menurut penjelasannya, sebagus apa pun model persamaan matematika yang dibangun, hasil estimasi akan tetap salah apabila data dasar yang dimasukkan tidak mencerminkan kondisi lapangan yang sebenarnya. Oleh sebab itu, evaluasi terhadap keandalan data dan penyempurnaan pemodelan terus dilakukan untuk memastikan penetapan desil kesejahteraan dalam DTSEN tetap akurat.

Sumber: Detik

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BPSSusenasDTSEN

Berita Terbaru Lainnya

Cuma di Transmart Full Day Sale, Beli Sepeda Jadi Semurah IniPencarian Jurnalis Hari Keenam, Tim SAR Sisir Bakauheni hingga SangiangPencarian Hari Keenam, 16 Kapal Dikerahkan Sisir 6.000 Mil Laut PersegiKronologi Kapal Virgo Transport 8 Bawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut JawaPramono Pastikan Jakarta Siap Gelar FIFA ASEAN Cup 2026, Targetkan Indonesia JuaraPramono Kaji Usulan CFD Hari Sabtu di Rasuna atau Sudirman, Harus Salah SatuPembunuh Tiga Anggota Keluarga di Jakut Divonis Penjara Seumur HidupTuris Malaysia Paling Doyan Naik Whoosh, Begini Datanya

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap