Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tingkat aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, berada pada Level III (Siaga) terhitung sejak 31 Agustus 2026. Penetapan status ini disertai peringatan kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman bahaya vulkanik di sekitar kawasan gunung api tersebut.
Pengamatan Visual dan Aktivitas Magma
Hasil pengamatan visual terhadap Gunung Sinabung memperlihatkan kepulan asap kawah berwarna putih dengan intensitas tebal yang membubung setinggi 300 hingga 500 meter di atas puncak. Kondisi ini mencerminkan tingginya pelepasan gas dari area kawah aktif.
Selain pengamatan visual, instrumen pemantauan geologi masih merekam emisi gas SO2 dalam tingkat yang tinggi. Rekaman data kegempaan juga menunjukkan aktivitas berkesinambungan yang mengindikasikan adanya pasokan atau suplai magma yang masih berlangsung di kedalaman dangkal di bawah permukaan gunung api.
Saat Wapres Pilih Mengundurkan Diri Gara-Gara Ribut dengan Presiden

Potensi Bahaya Lahar dan Penyesuaian Radius Aman
Di samping bahaya erupsi langsung, otoritas terkait turut mengeluarkan peringatan khusus terkait potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar dingin. Ancaman aliran lahar ini berpotensi dipicu oleh intensitas curah hujan di wilayah puncak gunung. Jika terjadi, aliran lahar dapat melintasi aliran sungai-sungai di sektor barat daya yang berhulu langsung dari puncak Gunung Sinabung.
Untuk meminimalkan risiko terhadap keselamatan warga dan wisatawan, Badan Geologi memberlakukan rekomendasi pembatasan aktivitas fisik di kawasan rawan bencana:
Imbas Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan di Bandara Juanda Batal

- Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas di dalam radius umum 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.
- Batas radius sektoral untuk wilayah di sektor selatan-timur disesuaikan dari yang sebelumnya sejauh 6 kilometer kini menjadi 5 kilometer.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau pemerintah daerah setempat untuk terus menjaga dan meningkatkan koordinasi secara aktif dengan Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung yang berlokasi di Desa Ndokum Siroga guna memastikan pemantauan serta mitigasi bencana berjalan secara optimal.






