Pembangunan sarana pendukung dan hiburan di Ibu Kota Nusantara terus mengalami kemajuan melalui keterlibatan sektor swasta. Otorita Ibu Kota Nusantara (Otorita IKN) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama PT Indobox Cinematic Buana untuk menghadirkan fasilitas bioskop komersial di kawasan ibu kota baru.
Prosesi penandatanganan kesepakatan pengalokasian lahan Aset Dalam Penguasaan (ADP) tersebut diselenggarakan langsung di Nusantara pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kehadiran proyek ini menjadi langkah konkret dalam melengkapi fasilitas gaya hidup dan rekreasi bagi masyarakat maupun aparatur sipil negara yang beraktivitas di kawasan inti pusat pemerintahan.
Kerja Sama Otorita IKN dan PT Indobox Cinematic Buana
Melalui kesepakatan kerja sama yang diteken, PT Indobox Cinematic Buana akan merealisasikan proyek bioskop bernama Indobox Cinema. Penandatanganan MoU dan PKS ini menegaskan kemitraan strategis antara otoritas pengelola ibu kota dengan pelaku usaha hiburan nasional.
Direktur PT Indobox Cinematic Buana, Rendy Gunawan, menyatakan komitmen perusahaannya untuk menghadirkan sarana hiburan berkualitas di kawasan inti pemerintahan. Kesiapan ini mencakup perancangan fasilitas modern yang mampu mengakomodasi kebutuhan tontonan film bagi penghuni dan pengunjung Nusantara.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut baik komitmen investasi swasta tersebut. Basuki menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan investor swasta dalam melengkapi ekosistem perkotaan di Nusantara, terlebih kesepakatan ini terjalin menjelang momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI.
Antusias Tinggi, Pengunjung Padati BNI wondrX 2026

Nilai Investasi, Jadwal Pengerjaan, dan Kontribusi Negara
Proyek pembangunan Indobox Cinema memiliki nilai investasi sebesar Rp5 miliar. Investasi ini dialokasikan untuk membiayai seluruh rangkaian pembangunan fisik fasilitas sinema beserta sarana pendukung terintegrasi di dalamnya.
Berdasarkan rencana pelaksanaan, pengerjaan fisik proyek hiburan ini dijadwalkan mulai berlangsung pada September 2026. Selain mengalirkan modal swasta ke Nusantara, proyek bioskop ini juga memberikan sumbangsih langsung kepada penerimaan negara dengan nilai kontribusi mencapai Rp449,16 juta.
Lokasi Pembangunan dan Fasilitas Indobox Cinema
Fasilitas Indobox Cinema akan didirikan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) WP 1A, dengan lokasi spesifik berada di dekat area Rusun ASN 3. Penempatan di zona pemukiman aparatur negara ini ditujukan agar akses warga terhadap sarana hiburan terjangkau secara mudah dan terintegrasi.
Proyek hiburan terpadu ini berdiri di atas lahan Aset Dalam Penguasaan (ADP) seluas 4.897 meter persegi. Di atas lahan tersebut, kompleks Indobox Cinema akan dilengkapi sejumlah sarana penunjang, antara lain:
Pengusaha Kakap China Masuk ke IKN, Pengakuannya Tak Terduga

- Area food and beverage (F&B) Cinematic Cafe untuk memenuhi kebutuhan santap pengunjung.
- Indobox Store sebagai gerai perbelanjaan terpadu di kawasan bioskop.
- Kios UMKM yang dialokasikan khusus untuk memberi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah lokal.
Penjajakan Fasilitas Pelatihan Aviasi oleh Badan Bank Tanah dan Lion Group
Selain pengembangan sektor hiburan oleh PT Indobox Cinematic Buana, pembangunan infrastruktur pendukung di Nusantara juga mencakup sektor pelatihan aviasi dan dirgantara. Badan Bank Tanah bersama Lion Group tengah menjajaki rencana pembangunan fasilitas pelatihan penerbangan di wilayah Nusantara.
Kesepakatan antara Badan Bank Tanah dan Lion Group tersebut mencakup sejumlah lingkup kerja sama, meliputi identifikasi kawasan strategis, penyediaan dan pemanfaatan lahan dengan status Hak Pengelolaan (HPL) Badan Bank Tanah, serta penyelarasan tata ruang kawasan terpadu.
Kerja sama aviasi ini ditargetkan berkembang menjadi kawasan penunjang aviasi di sekitar Bandar Udara Internasional Nusantara guna menopang operasional flight training centre terintegrasi. Melalui entitas PT Batam Aero Teknik, Lion Group berencana membangun pusat pelatihan dan praktik kejuruan sekaligus fasilitas pendukung Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di ibu kota baru tersebut.






