Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo di Kota Surakarta, Jawa Tengah, sejak 2 September 2026 pukul 18.00 WIB belum sepenuhnya padam. Hingga saat ini, ratusan petugas gabungan masih terus berjibaku memadamkan sisa titik api di kawasan pembuangan sampah tersebut.
Meski belum padam total, operasi pemadaman di lapangan menunjukkan perkembangan positif. Hingga Senin (7/9) malam, luasan area yang terbakar dilaporkan telah berkurang secara umum. Dua zona, yakni Blok C dan Blok D, telah dinyatakan aman dari kobaran api, sedangkan penanganan kini difokuskan pada Blok B yang masih memiliki titik api aktif.
Tim gabungan menargetkan pemadaman di Blok B dapat diselesaikan dalam tujuh hari ke depan dengan menyesuaikan kondisi lapangan. Penanganan saat ini diprioritaskan di sekitar jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) guna mencegah dampak pada jaringan listrik. Petugas mengoptimalkan pemadaman darat melalui metode penyemprotan dan injeksi air langsung ke lapisan tumpukan sampah.
Cegah Kebakaran, Semua Izin Syuting-Event di Gunung Bromo Dihentikan Sementara

Kebutuhan pasokan air untuk armada tangki terus dijaga dengan memanfaatkan jaringan hidran di fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) serta penambahan tandon air penampungan. Operasi pemadaman ini melibatkan unsur pemadam kebakaran lintas wilayah dari Solo Raya, Semarang, dan Cilacap, yang diperkuat personel TNI, Polri, serta para relawan.
Kendala Operasional dan Rencana Modifikasi Cuaca
Operasi pemadaman di TPA Putri Cempo masih menemui sejumlah kendala fisik, salah satunya kondisi selang pemadam yang mengalami kebocoran dan kerusakan akibat medan yang berat. Petugas di lapangan saat ini masih membutuhkan tambahan logistik darurat, mulai dari selang pemadam berbahan rubber, pipa injeksi, nozzle, sarung tangan, masker medis dan full face, hingga obat tetes mata dan vitamin. Dukungan tiga unit alat berat juga dinilai mendesak untuk membantu mengurai tumpukan sampah.
Polisi Bubarkan Tawuran di Cakung Jaktim, Pria Bawa Celurit Ditangkap

Untuk mempercepat proses penuntasan api, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mulai mematangkan rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pelaksanaan operasi hujan buatan tersebut akan segera dijalankan begitu potensi ketersediaan awan memenuhi parameter operasional di wilayah Surakarta dan sekitarnya.






