Institut Nasional Kesehatan Masyarakat Republik Demokratik Kongo (INSP) melaporkan bahwa jumlah kasus terkonfirmasi Ebola telah melonjak drastis hingga mencapai 6.757 kasus sejak awal wabah merebak. Dari akumulasi penularan tersebut, angka kematian akibat infeksi virus ini kini menyentuh 3.267 jiwa per data Rabu (9/9).
Eskalasi terbaru ini menunjukkan percepatan laju penularan di lapangan. Dalam pembaruan data harian selama 24 jam terakhir, otoritas kesehatan mencatat penambahan 71 kasus baru dan 41 kematian, mempertegas tekanan berat yang dihadapi sistem kesehatan setempat.
Kodam XVII/Cenderawasih Kerahkan 285 Prajurit Bersihkan Puing Kebakaran di Jayapura

Menanggapi situasi darurat ini, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Afrika (CDC Afrika) menerima kucuran dana bantuan senilai 106 juta dolar AS (sekitar Rp1,85 triliun) dari pemerintah Inggris. Bantuan pendanaan tersebut difokuskan untuk menopang operasi lapangan di RD Kongo dan Uganda guna menekan laju transmisi virus, seiring langkah sepuluh negara Afrika yang mulai memperketat perbatasan lintas negara.
11 Korban Kebakaran di Paniai Teridentifikasi, Polisi Selidiki Dugaan Sabotase

Hingga saat ini, belum ada vaksin maupun pengobatan untuk varian baru Ebola Bundibugyo yang mengantongi izin edar resmi. Namun, data laboratorium menunjukkan vaksin Ervebo berpotensi memberikan perlindungan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyalurkan 70 ribu dosis Ervebo ke wilayah terdampak untuk melindungi para tenaga medis sekaligus kebutuhan uji klinis, dengan kehadiran langsung Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di RD Kongo untuk mengawal respons krisis.






