Pantauan harga beras di tingkat pengecer Jawa Tengah pada awal September 2026 menunjukkan tren kenaikan rata-rata sebesar 2,5 persen. Merespons kondisi tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) dan Perum Bulog setempat untuk segera memperbanyak pelaksanaan Gerakan Pangan Murah serta mengoptimalkan intervensi pasar.
Kenaikan harga tersebut terdata dalam pemantauan pada 2 hingga 6 September 2026 di sejumlah pasar tradisional, di antaranya Pasar Johar Semarang, Pasar Raya Salatiga, Pasar Bandarjo Ungaran, Pasar Projo Ambarawa, Pasar Kendal, dan Pasar Jungke Karanganyar.
Secara rinci, harga beras medium non-SPHP naik antara 0,74 persen hingga 11,11 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), kini berkisar antara Rp14.000 sampai Rp15.000 per kilogram. Kenaikan juga dialami beras kualitas premium sebesar 0,67 persen hingga 14,09 persen di atas HET dengan rentang Rp15.000 hingga Rp17.000 per kilogram. Sementara itu, beras program SPHP terpantau relatif stabil di kisaran Rp60.000 hingga Rp62.000 per kemasan 5 kilogram.
6 Ruko di Bogor Kebakaran Akibat Korsleting Listrik, Termasuk Kafe-Salon

Faktor utama pemicu naiknya harga di tingkat hilir diduga berakar dari tingginya harga bahan baku gabah. Rata-rata harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani tercatat mencapai Rp7.300 per kilogram, sedangkan Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat penggilingan bertengger di rata-rata Rp8.666 per kilogram.
Kendati ada dinamika harga, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan pasokan beras di wilayahnya tetap berstatus surplus. Data ketersediaan beras hingga Agustus 2026 mencatatkan volume 4.348.101 ton, melampaui total kebutuhan daerah sebesar 2.809.248 ton, sehingga menyisakan surplus sebanyak 1.538.853 ton.
Upaya peredaman harga terus dilakukan lewat Gerakan Pangan Murah (GPM). Hingga saat ini, GPM di Jawa Tengah telah dilaksanakan sebanyak 1.083 kali dan membukukan total transaksi omzet sebesar Rp24,9 miliar.
Wagub Berharap Proyeksi Perputaran Ekonomi MTQ di Jateng Capai Rp1,2 T

Dari sisi distribusi stabilitas pasokan, Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Gandi Prarista mengungkapkan bahwa penyaluran beras SPHP di wilayah Jateng telah mencapai 100 persen dari target. Selain itu, sebagai antisipasi dampak cuaca El Nino, Bulog pusat memberikan tambahan target penyaluran sekitar 90 ribu bantuan pangan sepanjang Juli, Agustus, dan September 2026.
Saat ini stok cadangan beras yang dikelola Bulog Jawa Tengah berada di angka sekitar 300 ribu ton. Setelah dikurangi alokasi bantuan pangan berkala, persediaan beras medium diproyeksikan masih tersisa 200 ribu ton hingga akhir tahun, di samping ketersediaan cadangan beras premium.






