Ratusan siswa dan puluhan tenaga pendidik di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dilarikan ke fasilitas pelayanan kesehatan setelah mengalami gejala mual dan diare usai menyantap paket Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa serupa juga dilaporkan melanda sejumlah sekolah dasar di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Kota Madiun, Jawa Timur.
Di Pati, insiden dugaan keracunan tersebut menimpa dua sekolah, yaitu SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati. Dari SMP Negeri 1 Gembong, tercatat sekitar 103 siswa dan 13 guru mengeluhkan gejala mual dan diare. Sementara di MTs Negeri 3 Pati, sebanyak 127 siswa dan 30 guru dilaporkan mengalami keluhan yang sama setelah menyantap MBG.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan 29 unit ambulans guna mempercepat evakuasi para korban. Kapasitas Puskesmas Gembong sempat kewalahan menampung banyaknya pasien, sehingga penanganan medis segera dialihkan ke fasilitas rujukan lain.
"SMP Negeri 1 Gembong tadi sudah kita evakuasi ke sini, setelah di puskesmas overload kita arahkan ke RSUD Pati sebagian ke RS Mitra Bangsa," ujar Luky mengenai penanganan darurat di lapangan.
Jaksa KPK Ungkap Ruangan Dirjen Bea Cukai Disegel, Tapi Ada yang Copot

Kasus Serupa di Bantul dan Madiun
Kejadian dugaan keracunan akibat konsumsi menu MBG tidak hanya terjadi di Pati. Di Kabupaten Bantul, insiden menimpa siswa dari empat sekolah di wilayah Kapanewon Jetis yang menerima pasokan dari SPPG yang sama, yakni SDN 1 Sumberagung, SD Patalan Baru, SD Sawahan, dan SD Kembangsongo.
Kepala SDN 1 Sumberagung, Parjiyatmi, menyatakan sekitar 50 siswa dan 1 guru di sekolahnya mengalami gejala keracunan makanan setelah menyantap MBG pada Jumat (4/9). Kasus tambahan juga ditemukan di SD Patalan Baru sebanyak 5 murid, SD Sawahan sebanyak 2 murid, dan SD Kembangsongo sebanyak 3 murid.
Pihak Dinas Kesehatan Bantul telah mengamankan dan mengirim sampel makanan untuk uji laboratorium pada Senin (7/9/2026). Hasil pengujian laboratorium tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua pekan untuk memastikan penyebab pasti kontaminasi.
Alphard Tabrak Lari Berujung Kecelakaan Beruntun Parah di Surabaya

Sementara itu di Kota Madiun, puluhan siswa SDN 02 Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, dilarikan ke Puskesmas Sukosari pada Rabu (9/9). Salah satu siswa korban, Muhammad Zidan, mengaku merasakan pusing sesaat setelah mengonsumsi hidangan udang dalam paket MBG yang menurutnya berasa pahit dan asam.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terkait rentetan kasus dugaan keracunan MBG di ketiga daerah tersebut.






