Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung pelaksanaan Program Bedah Rumah di Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9). Kunjungan kerja ini difokuskan untuk memastikan percepatan pembenahan permukiman warga sekaligus mendorong peran aktif pemerintah daerah dalam memfasilitasi kebutuhan administrasi masyarakat.
Tito menyampaikan bahwa program bedah rumah menjadi bagian nyata dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan mutu dan kelayakan tempat tinggal masyarakat. Berdasarkan catatan pemerintah, program renovasi rumah tidak layak huni ini telah mencakup 400 ribu unit rumah di seluruh Indonesia sejak 2025.
Perbaikan 800 Rumah dan Penyederhanaan Syarat
Di kawasan Bukit Duri sendiri, program renovasi menyasar sebanyak 800 unit rumah warga di satu lingkungan permukiman. Tito mengapresiasi inisiatif Kementerian PKP yang memperluas jangkauan renovasi hunian di wilayah perkotaan, mengingat program semacam ini sebelumnya relatif jarang menyentuh kawasan padat di DKI Jakarta.
Kronologi Kecelakaan Beruntun di Kembangan Sebabkan Sekeluarga Tewas

Agar target perbaikan dapat tercapai tanpa hambatan teknis, Mendagri meminta jajaran pemerintah daerah untuk mempercepat pendataan dan tidak mempersulit warga yang memenuhi kriteria. Ia menekankan kendala berkas administratif jangan sampai menunda hak warga untuk mendapatkan hunian layak.
Langkah percepatan tersebut didukung pemangkasan syarat administratif oleh Kementerian PKP. Bila sebelumnya pemohon diwajibkan menyertakan sertifikat kepemilikan tanah, saat ini masyarakat cukup melampirkan surat keterangan resmi dari pihak kelurahan setempat untuk memproses bantuan.
Kebakaran Hanguskan 4 Hektare Lahan di Ruas Tol Cisumdawu Exit Tol Cimalaka

Peninjauan Lapangan Bersama Pejabat Daerah
Setelah berdialog mengenai pelaksanaan program dan kebutuhan warga setempat, Tito beserta rombongan mendatangi langsung salah satu rumah penerima bantuan bedah rumah untuk melihat progres pengerjaan fisik bangunan.
Peninjauan di Bukit Duri tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryanti, serta Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah II Ditjen Bina Pembangunan Daerah Suprayitno.






