Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga unit mobil dan satu unit sepeda motor terjadi di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, sekitar pukul 15.30 WIB. Insiden lalu lintas tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka-luka.
Budi Hermanto mengonfirmasi bahwa seluruh korban tewas merupakan pengendara dan penumpang sepeda motor bernomor polisi B-B-4915-BCD. Dua korban dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), sementara satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir setelah sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Rincian Identitas Tiga Korban Meninggal Dunia
Berdasarkan data kepolisian, pengendara sepeda motor yang menjadi korban jiwa bernama Andi Prasetyo (40). Korban mengalami luka parah di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RS Hermina Daan Mogot.
PKS Minta Pemulihan Gempa NTT Diperkuat, Masyarakat Masih Trauma

Adapun dua penumpang sepeda motor yang tewas di lokasi kejadian perkara adalah Yeni Sumarti (39) dan seorang anak perempuan bernama Zeline Zakeisha (7). Keduanya dilaporkan meninggal dunia di tempat akibat cedera parah di bagian kepala.
Data Empat Korban Luka Minibus BYD
Selain merenggut tiga korban jiwa, tabrakan beruntun tersebut juga menyebabkan empat orang yang berada di dalam minibus BYD berpelat nomor B-2703-BNA mengalami luka-luka dan harus dirawat di fasilitas kesehatan.
Pengungsi Anak Korban Gempa NTT Diduga Diperkosa, Kementerian PPPA Beri Pendampingan

Tiga korban merupakan penumpang minibus yang dibawa dan menjalani perawatan intensif di RS Pondok Indah Puri Kembangan. Mereka adalah Yessy Lestiany (39) yang mengalami luka pada bagian leher, Drg. Seruniwati Suganda (75) yang mengalami luka di bagian kepala, serta Drg. Handoko Argawa (73) yang juga menderita cedera di bagian kepala.
Sementara itu, satu korban luka lainnya adalah pengemudi minibus BYD bernama Karsono (51). Karsono mengalami cedera pada bagian dada sebelah kanan dan kini mendapatkan perawatan di RSUD Cengkareng.






