Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Ekonomi

Pasar Tenaga Kerja Amerika Serikat Mulai Mendingin pada April 2024

Togar SiregarDiterbitkan 28 Jul 2026 - 13.25 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pasar Tenaga Kerja Amerika Serikat Mulai Mendingin pada April 2024
Foto/Ilustrasi: ANTARA
A-A+

Laporan terbaru mengenai perkembangan pasar tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan adanya tanda-tanda pendinginan yang cukup signifikan pada bulan April 2024. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa penyerapan tenaga kerja baru berjalan jauh lebih lambat dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya yang selalu melampaui ekspektasi. Data ini memberikan perspektif baru mengenai kondisi kesehatan ekonomi domestik AS yang selama ini terus menunjukkan ketahanan luar biasa di tengah gempuran era suku bunga tinggi.

Berdasarkan data resmi dari Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) Amerika Serikat yang dirilis pada awal Mei, sektor non-pertanian (nonfarm payrolls) hanya menambah sebanyak 175.000 pekerjaan sepanjang bulan April 2024. Angka realisasi ini berada jauh di bawah konsensus para ekonom Wall Street yang sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan di kisaran 240.000 pekerjaan baru. Bersamaan dengan penurunan tersebut, tingkat pengangguran nasional di AS juga mengalami kenaikan tipis menjadi 3,9 persen, naik dari angka 3,8 persen yang tercatat pada bulan Maret sebelumnya.

Baca Juga

UKM Tetap Resilien, Sektor Produktif Penopang Ekonomi Semester I-2026

UKM Tetap Resilien, Sektor Produktif Penopang Ekonomi Semester I-2026

Selain perlambatan jumlah lapangan kerja baru, pertumbuhan upah rata-rata per jam di Amerika Serikat juga menunjukkan tren penurunan. Upah rata-rata per jam dilaporkan hanya meningkat sebesar 0,2 persen secara bulanan (month-on-month) dan tumbuh 3,9 persen secara tahunan (year-on-year). Perlambatan pertumbuhan upah ini dinilai sangat penting karena upah yang tinggi selama ini menjadi salah satu pemicu utama inflasi yang sulit diredam di sektor jasa. Sektor perawatan kesehatan dan bantuan sosial masih menjadi motor utama penyerapan tenaga kerja, disusul oleh sektor transportasi dan pergudangan, sementara sektor konstruksi dan manufaktur mulai membatasi perekrutan baru.

Dampak dari rilis data ini langsung terasa di pasar keuangan global, di mana indeks saham utama di Wall Street segera mencatatkan reli penguatan segera setelah laporan tersebut dipublikasikan. Para investor menyambut baik data yang melemah ini karena dapat mengurangi kekhawatiran mengenai ekonomi yang terlalu panas (overheating). Dengan pasar tenaga kerja yang mendingin dan pertumbuhan upah yang melambat, tekanan inflasi diharapkan dapat mereda secara bertahap, sehingga memberikan lampu hijau bagi bank sentral untuk mulai melonggarkan kebijakan moneternya.

Baca Juga

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Salah Satu Sumber Pemutakhiran DTSEN

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Salah Satu Sumber Pemutakhiran DTSEN

Dalam konteks lanjutan, arah kebijakan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) kini menjadi fokus utama para pelaku ekonomi global. Ketua The Fed, Jerome Powell, sebelumnya menyatakan bahwa bank sentral masih membutuhkan bukti-bukti yang lebih meyakinkan bahwa inflasi benar-benar bergerak menuju target 2 persen sebelum mereka menurunkan suku bunga. Keputusan The Fed di masa mendatang tidak hanya akan memengaruhi pasar domestik AS, tetapi juga stabilitas nilai tukar mata uang di negara-negara berkembang seperti Indonesia yang sangat sensitif terhadap arus keluar modal asing.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

suku bungaPengangguranThe Fedpasar tenaga kerjaekonomi amerika serikat

Berita Terbaru Lainnya

Gempa M 6,5 Kepulauan Seribu Hari Ini, Penyebab hingga DampaknyaTiba di New Delhi, Presiden Prabowo Disambut Hangat Diaspora dan Mahasiswa IndonesiaInvestor China dan Arab Mau Bangun Pabrik di MaduraPunya Banyak Reseller tapi Omzet Belum Konsisten? Mungkin Ini PenyebabnyaAhli Ungkap Penyebab Gempa 5,9 M di Kepulauan Seribu Terasa hingga SumateraUKM Tetap Resilien, Sektor Produktif Penopang Ekonomi Semester I-2026Mau Mulai Bisnis dari Nol? Yuk Siapkan Mindset dan StrateginyaGempa Jakarta Hari Ini, LRT Jabodebek Tetap Beroperasi Normal

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap