Rencana penanaman modal asing mulai mengalir ke Pulau Madura. Investor asal China dan Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan minatnya untuk mengembangkan proyek manufaktur serta infrastruktur utilitas di kawasan Wiraraja Madura Industrial Estate (WMIE) III, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Perusahaan asal China, Suzhou Artisans Decoration Engineering Co., Ltd. (SADE), menandatangani kesepakatan Joint Development Agreement (JDA) bersama PT Wiraraja Madura Internasional. Melalui kemitraan ini, SADE berencana membangun pabrik furnitur dengan perkiraan nilai investasi mencapai US$ 10 juta atau sekitar Rp 176 miliar (kurs Rp 17.600).
Proyek manufaktur tersebut direncanakan menempati lahan seluas kurang lebih 10 hektare. Rencana pengembangannya mencakup pendirian pabrik, instalasi lini produksi, penyediaan mesin dan peralatan, fasilitas pergudangan, hingga rantai logistik dan pendukung lainnya. Dalam kerja sama ini, Suzhou Artisans bertindak sebagai penyedia teknologi, peralatan mesin, dan pengetahuan teknis produksi.
Pengusaha Dorong Pariwisata RI Jadi Mesin Ekonomi

Penjajakan Infrastruktur Hijau dan Utilitas oleh Dubai
Selain proyek manufaktur furnitur, perusahaan utilitas asal Dubai, ODASCO LLC, tengah menjajaki penyediaan kebutuhan infrastruktur dasar di kawasan industri tersebut. Fokus penjajakan ini mencakup pengolahan serta desalinasi air laut, pengolahan air permukaan, instalasi pengolahan limbah cair domestik dan industri, serta penyediaan energi terbarukan berbasis solar PV dengan opsi penyimpanan baterai atau sistem hibrida.
Skema kerja sama yang dijajaki bersama ODASCO menggunakan model jangka panjang build-own-operate (berbasis OPEX). Di bawah skema ini, perusahaan asal Dubai tersebut diproyeksikan menangani desain, pembiayaan, pengadaan, konstruksi, hingga pengoperasian fasilitas. Namun, ketentuan struktur komersial serta tarif layanan utilitas baru akan ditetapkan setelah rampungnya tahapan studi kelayakan (feasibility study) dan proses due diligence.
Ini Cara Baca KPI dan Financial Insight biar Keputusan Bisnis Makin Tajam

Dukungan Daerah dan Pengusulan PSN
Presiden Direktur PT Wiraraja Madura Internasional yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Akhmad Ma'ruf Maulana, memproyeksikan pengembangan kawasan industri WMIE III dapat didorong masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan dukungannya terhadap percepatan pengembangan kawasan industri di Bangkalan tersebut, termasuk proses pengusulannya menjadi PSN selama memenuhi regulasi dan kualifikasi yang berlaku. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kepercayaan pemodal luar negeri untuk menanamkan modal di wilayahnya, sembari menekankan pentingnya dampak ekonomi berganda yang nyata bagi masyarakat setempat.






