Sebuah tinjauan ilmiah terbaru menawarkan perspektif baru mengenai pemicu lompatan keanekaragaman hayati purba di Bumi. Peneliti Julien Kimmig dan Russell Dean C.B. mengungkap bahwa kotoran hewan menjadi salah satu kontributor utama di balik revolusi evolusi pada periode Ledakan Kambrium sekitar 540 juta tahun yang lalu.
Dalam kajian yang dipublikasikan di jurnal Trends in Ecology and Evolution bertajuk "The Cambrian fecal revolution: Fueling the Cambrian Radiation", kedua ilmuwan memaparkan bahwa kotoran bukan sekadar limbah metabolisme. Feses purba tersebut berperan sebagai mesin penggerak nutrisi yang mengubah tatanan ekosistem lautan secara drastis.
Spesifikasi Kapal Selam Nirawak Canggih Milik AS yang Ditangkap Iran

Peristiwa Ledakan Kambrium tercatat memunculkan sebagian besar kelompok hewan utama dalam rentang waktu relatif singkat, yakni sekitar 13 juta hingga 25 juta tahun. Seiring dengan berevolusinya sistem pencernaan hewan menjadi lebih kompleks, volume kotoran yang dihasilkan meningkat tajam dan memicu persebaran materi organik serta nutrisi secara masif di seluruh lautan.
Bukti fosil menunjukkan sebelum Ledakan Kambrium hampir tidak ada organisme dengan saluran pencernaan yang canggih. Lonjakan temuan struktur pencernaan yang berevolusi baru terlihat jelas pada masa Kambrium, khususnya pada kelompok artropoda awal yang memiliki kelenjar khusus dan saluran pencernaan bagian depan untuk mengolah berbagai variasi makanan.
Kodam XVII/Cenderawasih Kerahkan 285 Prajurit Bersihkan Puing Kebakaran di Jayapura

Perkembangan anatomis tersebut berbanding lurus dengan penemuan koprolit atau fosil kotoran yang mengandung serpihan cangkang serta fragmen tubuh organisme lain, mengonfirmasi peran penting siklus konsumsi dan ekskresi dalam rantai makanan purba.






