Insiden serangan 27 Juli 1996, atau yang secara luas dikenal oleh publik sebagai peristiwa Kudatuli, kembali diperingati. Dalam momentum peringatan 30 tahun peristiwa bersejarah tersebut, pesan krusial mengenai pentingnya menjaga profesionalitas institusi pertahanan negara menjadi sorotan utama. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga merupakan mantan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Andi Widjajanto, menegaskan bahwa peringatan Kudatuli pada pokoknya hanya membawa satu pesan esensial. Pesan tersebut adalah sebuah pengingat keras agar tentara harus selalu menjalankan tugasnya secara profesional dan tidak keluar dari koridor yang telah ditetapkan.








