Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, sekitar pukul 11.52 WITA pada Rabu (26/8) sebelum bertolak ke Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Perjalanan menuju Nagekeo ditempuh menggunakan helikopter putih dengan kawalan dua helikopter TNI-AU untuk meninjau langsung penanganan korban pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda kawasan Flores.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden dijadwalkan meninjau kondisi warga terdampak, menyalurkan bantuan sembako untuk kebutuhan dasar pengungsi, serta memimpin rapat koordinasi penanganan dampak bencana. Agenda ini difokuskan pada percepatan pemulihan infrastruktur dan penyaluran bantuan sosial, dengan target seluruh proses penanganan bencana dapat diselesaikan dalam dua pekan ke depan. Nagekeo merupakan salah satu dari tiga titik terdampak gempa di Flores yang masuk dalam agenda kunjungan Kepala Negara.
WNA Australia Mesum di Halaman Rumah Warga Bali Ditangkap

Berdasarkan pembaruan data per 25 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, Nagekeo menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbesar kedua setelah Kabupaten Manggarai, yakni mencapai 50.358 jiwa. Gempa bumi tersebut mengakibatkan 47 korban jiwa di Nagekeo serta menimbulkan kerusakan pada 9.644 unit rumah, dengan rincian 3.218 unit rusak berat, 1.598 unit rusak sedang, dan 4.828 unit rusak ringan.
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Tiga Daerah Terdampak Gempa Flores

Secara kumulatif di tujuh kabupaten terdampak di Flores, dampak bencana mencakup 185.131 pengungsi, 77.912 unit rumah rusak, dan 100 korban meninggal dunia, termasuk korban luka berat yang sempat mendapatkan perawatan medis. Menanggapi kondisi darurat tersebut, pemerintah telah menetapkan status tanggap darurat di sejumlah wilayah. Di sektor kesehatan, Kementerian Kesehatan mendata timbulnya 9.668 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tujuh kabupaten terdampak sepanjang periode 15 hingga 25 Agustus 2026.






