Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Ekonomi

Rencana Presiden AS Donald Trump Memecat Gubernur The Fed Lisa Cook

Yolanda TobanDiterbitkan 9 Agu 2026 - 14.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rencana Presiden AS Donald Trump Memecat Gubernur The Fed Lisa Cook
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memecat salah satu Gubernur Dewan Federal Reserve, Lisa Cook, kembali memicu perdebatan hangat mengenai batasan wewenang eksekutif terhadap lembaga keuangan independen. Langkah ini menyoroti ketegangan yang terus berlanjut antara Gedung Putih dan bank sentral AS, atau yang akrab dikenal sebagai The Fed. Fokus utama dari perselisihan kali ini bergeser dari ranah kebijakan ekonomi ke ranah hukum pribadi, di mana Cook dituduh memberikan informasi yang tidak benar dalam dokumen keuangan masa lalunya.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Persoalan ini bermula dari tudingan bahwa Lisa Cook telah memberikan pernyataan palsu terkait dengan satu atau beberapa perjanjian kredit perumahan atau properti. Tuduhan serius ini menjadi dasar bagi administrasi Trump untuk mencoba mendepaknya dari kursi Dewan Gubernur Federal Reserve. Melalui sebuah surat resmi yang dikirimkan oleh Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Scavino, pihak kepresidenan menegaskan bahwa mereka memiliki alasan kuat yang mendasari dugaan penipuan hipotek tersebut. Dalam dokumen tersebut, Trump menuntut penjelasan langsung dari Cook dan memberikan tenggat waktu selama tiga pekan agar yang bersangkutan memberikan klarifikasi. Hingga saat ini, pihak Federal Reserve sendiri memilih untuk menutup mulut dan enggan memberikan komentar resmi terkait surat peringatan dari Gedung Putih tersebut.

Konflik antara Trump dan Cook sebenarnya bukan barang baru dalam dinamika politik Washington. Upaya pemecatan pertama telah diinisiasi sejak tahun lalu, yang secara kebetulan terjadi bersamaan dengan momentum di mana Trump sedang gencar mendesak Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga acuan demi mendorong pertumbuhan ekonomi. Cook, yang ditunjuk menduduki jabatan penting tersebut oleh mantan Presiden Joe Biden, menolak keras tuduhan tersebut. Ia tidak tinggal diam dan segera mengajukan gugatan hukum guna menolak keputusan pemecatan sepihak dari presiden. Gugatan ini membuahkan hasil ketika pengadilan federal memutuskan untuk memblokir sementara upaya pemecatan Cook selama proses hukum masih berjalan di pengadilan.

Baca Juga

Transmart Gelar Full Day Sale Hari Minggu, Tawarkan Diskon Peralatan Elektronik

Transmart Gelar Full Day Sale Hari Minggu, Tawarkan Diskon Peralatan Elektronik

Perjalanan panjang gugatan hukum ini akhirnya bermuara di Mahkamah Agung Amerika Serikat. Pada akhir Juni, lembaga peradilan tertinggi di AS tersebut mengeluarkan keputusan penting dengan hasil suara tipis 5 lawan 4 untuk menguatkan putusan pengadilan di bawahnya yang menghalangi pemecatan Cook. Keputusan ini sempat dianggap sebagai pukulan bagi kubu Trump, namun Ketua Mahkamah Agung John Roberts memberikan celah hukum yang signifikan. Roberts menyatakan bahwa keputusan Mahkamah Agung tersebut sama sekali tidak menghalangi presiden untuk kembali mencoba memberhentikan Cook di masa mendatang, asalkan upaya tersebut didasarkan pada bukti-bukti baru terkait dugaan penipuan kredit perumahan.

Namun demikian, John Roberts memberikan catatan kaki yang sangat krusial bagi kelanjutan proses ini. Ketua Mahkamah Agung tersebut menulis bahwa setiap upaya baru untuk memecat Cook harus melewati serangkaian tahapan tambahan yang dirancang khusus untuk melindungi hak konstitusional atas prosedur hukum yang adil atau due process. Persyaratan inilah yang tampaknya melatarbelakangi pengiriman surat dari Gedung Putih melalui Scavino baru-baru ini. Dengan memberikan waktu tiga pekan bagi Cook untuk membela diri dan menjelaskan posisinya, pihak kepresidenan berupaya memenuhi syarat formal yang diamanatkan oleh Mahkamah Agung agar proses pemecatan berikutnya tidak kembali dimentahkan oleh pengadilan.

Baca Juga

Transmart Full Day Sale Obral Tempat Makan dan Minum Hari Ini, Harga Mulai Rp12.000

Transmart Full Day Sale Obral Tempat Makan dan Minum Hari Ini, Harga Mulai Rp12.000

Ketegangan ini menjadi sangat menarik karena melibatkan pertentangan prinsip yang mendasar dalam sistem pemerintahan Amerika Serikat. Di satu sisi, ada prinsip independensi bank sentral yang harus dijaga dari intervensi politik agar kebijakan moneter tetap objektif. Di sisi lain, presiden memiliki wewenang pengawasan terhadap pejabat publik yang diduga melakukan pelanggaran hukum di luar tugas resminya. Kasus Lisa Cook ini menjadi ujian penting untuk melihat sejauh mana seorang presiden dapat menembus benteng independensi The Fed dengan menggunakan dalih pelanggaran hukum pribadi anggotanya.

Dengan tenggat waktu tiga pekan yang sedang berjalan, publik dan pelaku pasar keuangan kini menanti langkah apa yang akan diambil oleh Lisa Cook. Apakah ia akan memberikan klarifikasi tertulis yang dapat mematahkan argumen Gedung Putih, ataukah ia akan kembali menempuh jalur hukum baru untuk mempertahankan posisinya di Dewan Gubernur Federal Reserve. Jawaban atas pertanyaan ini tidak hanya akan menentukan nasib karier Cook di bank sentral, tetapi juga akan mempertegas batasan kekuasaan presiden AS terhadap lembaga keuangan paling berpengaruh di dunia tersebut.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpAmerika SerikatFederal Reserve

Berita Terbaru Lainnya

Brankas Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto Dibobol, Uang Operasional Rp 1 Miliar RaibBadan Gizi Nasional Perbaiki Tata Kelola Program Makan Bergizi GratisSambut Hari Kemerdekaan, Transmart Gelar Full Day Sale dengan Diskon hingga 50 PersenTransmart Gelar Full Day Sale Hari Minggu, Tawarkan Diskon Peralatan ElektronikJadwal dan Siaran Langsung Chelsea vs AC Milan di Indonesia Super Cup 2026Indonesia Terjunkan Dua Tim Putri U16 di Srikandi Merdeka Cup 2026 KudusSprint Race MotoGP Inggris 2026 Berlangsung 10 Putaran, Jadwal Streaming dan Siaran Trans7Transmart Full Day Sale Obral Tempat Makan dan Minum Hari Ini, Harga Mulai Rp12.000

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026