Polda Metro Jaya kini tengah menanti hasil uji laboratorium forensik untuk mengungkap misteri kematian Sutrimo, pria yang ditemukan tidak sadarkan diri di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Hasil pengujian medis tersebut ditargetkan dapat segera diterima penyidik dalam pekan ini guna memberikan titik terang atas penyebab pasti wafatnya korban.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa kepolisian terus bergerak mendalami perkara ini melalui pemeriksaan maraton terhadap puluhan pihak terkait. Hingga proses penyidikan berjalan, total ada 27 orang saksi yang telah dimintai keterangan oleh penyidik.
Sebelumnya, langkah ekshumasi atau pembongkaran makam telah dilakukan oleh Polda Metro Jaya bersama tim dokter forensik pada Rabu (12/8). Proses pembongkaran makam jenazah Sutrimo tersebut berlangsung di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, selama kurang lebih 3,5 jam sejak pukul 09.30 hingga 13.00 WIB.
Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah Saat Gempa M 5,0 Guncang Flores

Pengujian laboratorium dilakukan secara menyeluruh guna mendeteksi ada atau tidaknya kandungan zat beracun dalam tubuh korban. Tim forensik telah mengumpulkan sampel menggunakan metode usap (swab) untuk menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan, yang mencakup uji toksikologi, uji DNA, serta pemeriksaan histopatologi.
Berdasarkan penjelasan Ketua Tim Dokter Forensik Prof Yudi, jenazah Sutrimo sempat diketahui mengeluarkan buih dari bagian hidung dan mulut pada saat dinyatakan meninggal dunia. Kendati demikian, tanda fisik berupa buih tersebut sudah tidak lagi tampak saat proses ekshumasi berlangsung di Banyumas lantaran jenazah telah dimakamkan selama sekitar tiga pekan.
Gempa Susulan di NTT Tembus 7.492 Kejadian

Peristiwa kematian ini bermula ketika Sutrimo ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Lama, pada Kamis (23/7). Korban saat itu langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan. Namun, setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan bahwa Sutrimo telah meninggal dunia.






