Ikon musik country dunia sekaligus pencipta lagu legendaris "I Will Always Love You", Dolly Parton, mengembuskan napas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Nashville, Tennessee, pada usia 80 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga melalui pernyataan keponakan sekaligus kepala keamanannya selama lebih dari dua dekade, Brin Seaver.
Kepergian sang maestro terjadi setelah ia berjuang menghadapi serangkaian masalah medis serius dan komplikasi yang kian memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Sebelum wafat, Parton terpaksa membatalkan sejumlah agenda panggung penting, termasuk jadwal residensi konsernya di Las Vegas serta agenda penampilannya di taman hiburan Dollywood akibat serangan pusing hebat dan dehidrasi berlebih.
Bryan Seaver Ungkap Wasiat Terakhir Dolly Parton Sebelum Meninggal Dunia

Kondisi fisik pelantun "Jolene" tersebut sempat menurun drastis hingga membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit akibat batu ginjal, infeksi saluran pencernaan, dan gangguan sistem kekebalan tubuh. Parton secara terbuka mengakui bahwa penurunan kesehatannya diperparah oleh keputusannya mengesampingkan kondisi tubuh sendiri demi fokus merawat suaminya, Carl Thomas Dean, yang meninggal dunia pada Maret 2025.
Riwayat Medis Panjang dan Warisan Terakhir
Tantangan kesehatan sebetulnya bukan hal baru bagi Parton. Pada dekade 1980-an, ia pernah menjalani prosedur histerektomi darurat akibat endometriosis parah, fase medis berat yang sempat memicu masa depresi berkepanjangan dalam perjalanan hidupnya.
Legenda Musik Country Dolly Parton Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun

Kendati terus bergelut dengan kondisi fisik di usia senja, komitmen Parton pada dunia musik tidak pernah berhenti. Menjelang akhir hayatnya, ia telah merampungkan rekaman sejumlah lagu rahasia dan menyiapkan ribuan materi musik yang dijadwalkan untuk dirilis secara bertahap kepada publik di masa mendatang.






