Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membangun kereta gantung untuk mengatasi kemacetan di Jalan Raya Puncak, Jawa Barat, memicu beragam tanggapan dari masyarakat dan kalangan legislatif. Sejumlah pihak meragukan dampaknya terhadap penguraian arus lalu lintas, sementara yang lain melihat potensi positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Muhamad Rifaldi, warga Kecamatan Megamendung yang sehari-hari bekerja di Depok, menilai wacana tersebut kurang efektif dalam menuntaskan persoalan macet. Menurutnya, pola kunjungan wisatawan di kawasan Puncak tidak hanya terpusat pada taman rekreasi, melainkan banyak yang sekadar berlibur dan menyewa vila.
Karakteristik kunjungan tersebut dinilai membuat wisatawan tetap mengandalkan kendaraan pribadi karena lintasan kereta gantung mustahil menjangkau lokasi penginapan atau vila secara langsung. Rifaldi juga menyoroti bahwa kemacetan di Jalur Puncak kini tidak lagi terbatas pada akhir pekan atau hari libur, melainkan sudah kerap terjadi pada hari biasa. Sebagai jalan keluar, ia menyarankan pemerintah memprioritaskan pelebaran jalan atau membangun akses jalan tol yang terhubung langsung ke kawasan Puncak.
Sedikit Lagi! Menanti Hasil Pemeriksaan Kematian Misterius Sutrimo

Sebaliknya, respons positif disampaikan oleh Danil (25). Ia menyatakan setuju dengan rencana pengadaan kereta gantung karena diyakini mampu menghadirkan sensasi rekreasi baru sekaligus memikat lebih banyak pelancong. Lonjakan wisatawan tersebut diharapkan Danil dapat mendongkrak perekonomian warga sekitar.
Kendati mendukung, Danil memberi catatan terkait penataan pedagang di kawasan tersebut. Ia berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi area berdagang yang terpusat, rapi, dan berada di lokasi strategis agar keberadaan warung tidak memicu hambatan samping yang mengganggu kelancaran lalu lintas.
Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah Saat Gempa M 5,0 Guncang Flores

Sorotan terhadap wacana ini juga datang dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda. Ia menegaskan bahwa proyek kereta gantung harus dikaji secara serius jika pemerintah berniat memfungsikannya sebagai sarana transportasi publik.
Huda memaparkan bahwa kereta gantung tidak akan efektif mengurai kemacetan apabila beroperasi secara parsial tanpa integrasi dengan moda transportasi pendukung lainnya. Menurutnya, meski moda tersebut sangat menunjang pengembangan industri pariwisata, pemanfaatannya sebagai transportasi massal publik memerlukan rekayasa matang dan komitmen terpadu dari seluruh pihak terkait.






