Pemerintah Kota Binjai, Sumatera Utara, mempercepat proses pengadaan dan pelaksanaan 264 paket kegiatan pemulihan pascabencana. Langkah percepatan ini didorong oleh adanya alokasi tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp 146,72 miliar guna memulihkan berbagai infrastruktur dan fasilitas publik yang terdampak.
Berdasarkan data hingga 27 Agustus 2026, realisasi keuangan dari dana tambahan TKD tersebut baru mencapai Rp 821,54 juta atau sekitar 0,56 persen dari total pagu. Dari keseluruhan 264 paket yang disiapkan, mayoritas kegiatan masih berada pada tahapan awal pengadaan. Sebanyak 113 paket tercatat masih dalam tahap perencanaan, sementara 122 paket lainnya sedang berada dalam proses tender.
Untuk paket kegiatan lainnya, dua paket dikerjakan melalui skema pengadaan langsung, 25 paket menggunakan metode e-purchasing, dan baru dua paket kegiatan yang telah sepenuhnya terealisasi di lapangan.
Penanganan Sektor Pendidikan dan Infrastruktur Sumber Daya Air
Pada sektor pendidikan, alokasi tambahan TKD difokuskan untuk memperbaiki 21 gedung sekolah dasar (SD) yang terdiri atas 12 unit dengan kategori rusak ringan dan sembilan unit rusak sedang. Selain itu, penanganan juga menyasar dua unit sekolah menengah pertama (SMP) yang mengalami kerusakan ringan.
BMKG, Banyak Sensor Gempa Hilang, Ganggu Kualitas Data

Di bidang infrastruktur keairan, penanganan sungai dibagi berdasarkan kewenangan instansi terkait. Rehabilitasi Sungai Bangkatan telah terakomodasi langsung melalui anggaran tambahan TKD Kota Binjai. Sementara itu, perbaikan untuk Sungai Bingai dan Sungai Mencirim akan diajukan pengusulannya kepada Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai.
Adapun penanganan infrastruktur konektivitas, khususnya jembatan di Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan, yang terputus sejak 2024, telah masuk dalam program pembiayaan melalui skema dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Perkembangan Sektor Permukiman, Rumah Ibadah, dan Ekonomi
Selain sarana umum, agenda pemulihan pascabencana di Binjai turut mencakup sektor permukiman warga. Sebanyak 22 unit hunian tetap dengan skema in situ telah tercatat dalam program Anggaran Belanja Tambahan (ABT) BNPB. Kendati alokasi dana sudah tercantum dalam DIPA BNPB, realisasi pengerjaan fisiknya saat ini masih menunggu rampungnya tahap perencanaan.
LRT Jabodebek Layani 21,8 Juta Pengguna hingga Agustus 2026

Di sisi lain, pendanaan untuk pemulihan tempat ibadah masih menghadapi keterbatasan. Dari total delapan rumah ibadah yang terdampak kerusakan, tujuh di antaranya belum mendapatkan kepastian anggaran pemulihan. Sejauh ini, baru satu unit vihara yang masuk dalam program ABT Kementerian Agama, sedangkan skema pendanaan untuk lima rumah ibadah berkategori rusak ringan dan dua unit rusak sedang lainnya masih diupayakan.
Untuk mendukung pemulihan mata pencaharian masyarakat terdampak, program di sektor ekonomi juga mulai digulirkan. Kementerian Ekonomi Kreatif telah memfasilitasi pelatihan teknik kriya anyam yang diikuti oleh 50 orang peserta di Kota Binjai.






