PT Bank Danamon Indonesia Tbk. yang tercatat di bursa dengan kode saham BDMN berhasil menorehkan pencapaian kinerja keuangan yang positif pada paruh pertama tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, emiten perbankan nasional tersebut mencatatkan laba bersih konsolidasian setelah pajak dan kepentingan non-pengendali sebesar Rp2,4 triliun pada periode semester I-2026. Perolehan laba bersih ini menunjukkan lonjakan yang signifikan, yaitu mengalami kenaikan sebesar 33 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) apabila dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Pemaparan mengenai kinerja keuangan yang solid ini disampaikan secara langsung oleh manajemen perusahaan dalam sebuah agenda paparan kinerja yang diselenggarakan secara virtual pada hari Kamis, 30 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Chief Financial Officer Bank Danamon, Theresia Adriana Widjaja, menjelaskan secara rinci berbagai faktor utama yang menjadi pendorong utama pertumbuhan laba bersih perseroan selama enam bulan pertama di tahun 2026.
"Laba bersih tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan dan didukung perbaikan kualitas kredit yang tercermin pada penurunan biaya kredit atau cost of credit sebesar 12% year-on-year," ungkap Theresia Adriana Widjaja saat memberikan penjelasan kepada publik terkait capaian kinerja Bank Danamon. Penurunan biaya kredit ini menjadi salah satu indikator penting yang mencerminkan keberhasilan perseroan dalam mengelola risiko secara lebih efektif pada tahun ini.
Mantan Menteri RI Ditangkap, Kejagung Temukan Brankas Isi Rp 3 Miliar

Sejalan dengan pertumbuhan laba, fungsi intermediasi Bank Danamon juga menunjukkan performa yang sangat baik. Hingga tanggal 30 Juni 2026, total kredit dan pembiayaan (credit finance) konsolidasian yang disalurkan oleh perseroan telah mencapai angka Rp230,1 triliun. Pencapaian pada sektor penyaluran dana ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 12 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Lebih lanjut, manajemen merinci bahwa pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan tersebut tidak hanya bertumpu pada satu segmen, melainkan ditopang secara merata oleh seluruh lini bisnis perseroan. Lini bisnis yang memberikan kontribusi positif tersebut mencakup segmen enterprise banking & financial institution, SME banking, serta consumer banking. Selain itu, kontribusi dari anak usaha Danamon juga turut mengambil peran penting dalam mendorong total penyaluran kredit konsolidasian perseroan pada paruh pertama tahun 2026.
Peningkatan pada sisi penyaluran kredit ini juga diimbangi dengan perbaikan kualitas aset perseroan yang terjaga dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto Bank Danamon yang membaik dan berada pada level 1,7 persen. Posisi NPL bruto tersebut tercatat mengalami penurunan sebesar 33 basis poin (bps) dibandingkan dengan catatan pada periode yang sama di tahun sebelumnya, yang sekaligus memvalidasi pernyataan manajemen terkait perbaikan kualitas kredit.
Cuma di Transmart Full Day Sale, Beli Sepeda Jadi Semurah Ini

Dari sisi pendanaan, Bank Danamon juga sukses membukukan pertumbuhan yang kuat dan solid. Total dana pihak ketiga (DPK) konsolidasian perseroan hingga akhir Juni 2026 berhasil menyentuh angka Rp181,7 triliun. Dana pihak ketiga tersebut dihimpun dari berbagai instrumen keuangan yang ditawarkan oleh bank, yang secara keseluruhan terdiri dari giro, tabungan, deposito, serta kas. Secara persentase, total penghimpunan dana pihak ketiga ini mengalami peningkatan sebesar 14 persen secara year-on-year.
Menurut penjelasan manajemen, kinerja intermediasi yang berjalan secara optimal tersebut memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap peningkatan profitabilitas perseroan secara keseluruhan. Dari sisi metrik profitabilitas lainnya, Bank Danamon juga berhasil membukukan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) konsolidasian sebesar 8,1 persen. Angka margin bunga bersih ini semakin melengkapi rentetan catatan positif kinerja keuangan perseroan selama periode semester I-2026.






