Aparat kepolisian menyelidiki penemuan jenazah seorang pria di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, salah satunya sebuah botol berisi cairan yang kini menjadi petunjuk penting bagi penyelidik.
Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengonfirmasi bahwa cairan tersebut diduga kuat berkaitan langsung dengan kematian korban. Untuk memastikan zat yang terkandung di dalamnya, sampel cairan telah dikirim ke fasilitas laboratorium forensik.
"Barang bukti berupa cairan dalam botol yang dicurigai menyebabkan kematian," ujar Dhimas pada Minggu (13/9/2026).
Ia menambahkan bahwa uji laboratorium forensik saat ini tengah berlangsung di Rumah Sakit Polri Kramat Jati guna mengidentifikasi isi kandungan cairan serta membuktikan hubungannya dengan penyebab tewasnya korban.
KTT BRICS 2026 Hasilkan Deklarasi New Delhi, Dorong Komitmen Jadi Aksi Nyata

Kronologi Penelusuran dan Penemuan Korban
Peristiwa ini bermula ketika salah seorang rekan korban yang berada di kawasan GBK melihat unggahan korban di media sosial Instagram. Unggahan tersebut memuat pesan yang mengindikasikan keinginan korban untuk mengakhiri hidupnya.
Kekhawatiran saksi bertambah setelah ia menerima sinyal SOS melalui aplikasi atau fitur perangkat jam Xiaomi milik korban yang memperlihatkan titik koordinat keberadaannya. Saksi kemudian bergegas mencari korban berdasarkan panduan sinyal tersebut, namun pencarian mandiri tersebut awalnya tidak membuahkan hasil.
Saksi lalu berinisiatif mendatangi petugas keamanan yang berjaga di Pintu 5 GBK untuk meminta bantuan. Petugas keamanan lain kemudian ikut menyisir area di sekitar kompleks olahraga tersebut.
Upaya pencarian membuahkan hasil ketika korban ditemukan tergeletak dalam posisi terlentang di dekat sebatang pohon di area Pintu 10 dalam Plaza Utara GBK. Pihak keamanan setempat segera meneruskan laporan temuan tersebut ke Polsek Tanah Abang.
103 Orang Dievakuasi dari KM Virgo Transport 8, 1 Orang Meninggal Dunia

Penanganan Medis dan Evakuasi Jenazah
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Reskrim Polsek Tanah Abang langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan pemeriksaan awal bersama tim medis.
Berdasarkan pemeriksaan fisik oleh tim medis di lokasi, korban dipastikan telah meninggal dunia setelah tidak ditemukannya denyut nadi maupun detak jantung.
Setelah proses pemeriksaan awal di tempat kejadian rampung, piket Reskrim Polsek Tanah Abang menghubungi pihak Palang Hitam. Jenazah pria tersebut selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk proses penanganan lebih lanjut sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap botol cairan yang ditemukan di lokasi.






