Suara dentuman misterius terdengar oleh sejumlah warga di wilayah Bandung dan Sumedang, Jawa Barat, sejak Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari. Peristiwa tersebut sempat memicu kebingungan masyarakat setelah suara gemuruh berulang kali terdengar dari arah langit.
Laporan mengenai suara tersebut ramai dibicarakan warga di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Threads @aldianty1717 milik Sri Lung Dianty, yang mengaku mendengar dentuman dari arah langit di kawasan Sumedang mulai sekitar pukul 01.00 WIB hingga menyebabkan pintu rumah bergetar. Warga lain, pemilik akun @lilgramofm, juga melaporkan bunyi serupa yang berlangsung cukup lama dan sempat dikira suara langkah kaki di atap rumah.
Hasil Pemeriksaan Seismik dan Petir
Menanggapi laporan masyarakat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung melakukan pemeriksaan terhadap data kegempaan dan aktivitas cuaca. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyatakan pihaknya tidak menemukan adanya aktivitas seismik maupun sambaran petir signifikan yang dapat memicu dentuman keras tersebut.
Kurir Narkoba Ditangkap di Kalideres, 1,1 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Disita

Berdasarkan hasil pemantauan sensor gempa BMKG, tidak ada aktivitas gempa bumi yang tercatat di wilayah Bandung dan sekitarnya pada Sabtu, 5 September 2026, khususnya pada periode pukul 00.00 hingga 05.00 WIB. Selain itu, data perangkat pendeteksi petir (lightning detector) hanya menunjukkan aktivitas petir berintensitas rendah yang dinilai tidak sebanding dengan kuatnya suara dentuman yang dilaporkan warga.
Dugaan Fenomena Skyquake
Secara terpisah, Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, mengungkapkan bahwa dugaan sementara mengenai asal suara tersebut mengarah pada fenomena skyquake.
Kebakaran Gudang Penyimpanan Tembakau Pabrik Rokok di Sidoarjo, Api Padam Usai 11 Jam

Suaidi menjelaskan bahwa peristiwa serupa yang belum teridentifikasi sumber pastinya pernah dilaporkan terjadi di kawasan Bogor pada 2020 lalu. Hingga kini, BMKG masih menempatkan skyquake sebagai dugaan awal karena tidak adanya rekaman gangguan geologis maupun fenomena cuaca ekstrem yang terdeteksi saat dentuman terdengar.






