Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta negara-negara tetangga, khususnya Malaysia dan Singapura, untuk tidak saling menyalahkan perihal dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kalimantan. Pemerintah Indonesia mengedepankan kolaborasi penanganan serta aksi nyata di lapangan guna menekan risiko kabut asap lintas batas (transboundary haze).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BNPB Berton Pandjaitan menyampaikan bahwa setiap negara sebaiknya berfokus melakukan upaya terbaik di dalam wilayahnya masing-masing. Pendekatan bersama dinilai jauh lebih produktif dibandingkan perdebatan mengenai asal muasal asap.
Berikut rangkaian strategi, pengerahan armada, dan metode pemantauan yang dijalankan pemerintah Indonesia dalam menangani karhutla dan menekan dampaknya.
Kemensos Kirim Bantuan untuk Korban Kebakaran Kampung Adat Sade NTB

Langkah Cepat Pengendalian Api dari Sumbernya
Fokus utama penanganan karhutla saat ini adalah memutus produksi asap sedini mungkin sebelum meluas dan terbawa angin ke kawasan permukiman maupun lintas negara. Langkah-langkah teknis di lapangan meliputi:
- Pemadaman Darat Intensif: Tim gabungan bergerak langsung menuju titik api untuk melakukan pemadaman manual dan pembasahan area gambut atau semak belukar yang terbakar.
- Patroli dan Pemadaman Udara: Helikopter dan pesawat patroli dikerahkan untuk memantau titik panas (hotspot) yang sulit dijangkau melalui jalur darat, disusul tindakan pengeboman air (water bombing).
- Operasi Modifikasi Cuaca (TMC): Penyemaian awan hujan dilakukan secara berkala untuk membasahi lahan kritis dan membantu proses pemadaman di area dengan sebaran api luas.
- Penguatan Personel Gabungan: Pengerahan personel darat diperkuat melalui kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat setempat.
Alokasi Armada Pesawat dan Penguatan Kekuatan Udara
Untuk memaksimalkan operasi udara di enam provinsi prioritas, pemerintah telah mengerahkan total 52 armada pesawat dengan sebaran sebagai berikut:
- Wilayah Kalimantan: Ditempatkan sebanyak 30 pesawat untuk operasi patroli, pemadaman udara (water bombing), dan modifikasi cuaca.
- Wilayah Sumatra: Ditempatkan sebanyak 22 pesawat untuk mengamankan kawasan rawan karhutla.
- Dukungan TNI AU: Pemerintah turut menambah kekuatan personel dan alutsista dari TNI AU guna memperkuat respons darurat di wilayah Kalimantan.
Pengendalian api sedekat dan secepat mungkin dari titik awal kebakaran terbukti menjadi kunci utama dalam menurunkan volume asap secara drastis.
HUT ke-28, PAN Luncurkan Lapor PAN dan Komitmen Gelar PANsar Murah

Metode Verifikasi dan Pemantauan Pergerakan Asap
Penilaian terhadap potensi sebaran asap lintas batas tidak dilakukan berdasarkan asumsi, melainkan melalui analisis data meteorologi dan pantauan teknis:
- Arah dan Kecepatan Angin: Data pergerakan angin dipantau secara berkala untuk memetakan arah sebaran asap di atmosfer.
- Kondisi Atmosfer: Stabilitas dan kelembapan udara diukur guna memperkirakan apakah partikel asap melayang di lapisan bawah atau naik ke atmosfer atas.
- Citra Satelit dan Observasi Lapangan: Citra satelit penginderaan jauh dikombinasikan dengan laporan pemantauan fisik di darat guna memastikan lokasi titik api aktual serta lintasan asapnya secara presisi.
Penegakan Hukum terhadap Pelaku Pembakaran
Di samping operasi teknis pemadaman di darat dan udara, penegakan hukum berjalan paralel terhadap pihak-pihak yang sengaja membakar lahan. Aparat berwenang menindak tegas individu maupun pihak korporasi yang terbukti membuka lahan dengan cara dibakar, sebagai langkah pencegahan jangka panjang agar siklus karhutla tidak berulang.






