Bagaimana langkah cepat pemerintah dalam membantu warga Kampung Adat Wisata Sade yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran besar? Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak menyalurkan bantuan logistik darurat ke lokasi bencana di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (23/8).
Langkah penanganan ini menyusul peristiwa kebakaran yang melanda permukiman adat tersebut pada Sabtu (22/8) malam. Sebanyak 250 unit rumah adat dilaporkan hangus terbakar, memaksa warga mengungsi ke rumah kerabat serta posko pengungsian darurat yang disiapkan di kawasan sekitar.
Rincian Logistik Darurat dan Tahap Asesmen Rumah
Untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban, Kemensos mendistribusikan ratusan paket logistik dan perlengkapan pengungsian. Paket bantuan yang telah disalurkan ke lokasi bencana meliputi:
HUT ke-28, PAN Luncurkan Lapor PAN dan Komitmen Gelar PANsar Murah

- 320 paket sembako
- 180 paket family kit
- 184 lembar kasur
- 233 lembar tenda gulung
- 2 unit tenda serbaguna
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan darurat, melainkan juga menyiapkan langkah pemulihan jangka panjang.
"Bantuan telah disalurkan dan saat ini kami melalui Direktorat PSKB menunggu hasil asesmen dari Dinas Sosial setempat untuk usulan perbaikan rumah," ujar Saifullah Yusuf dalam keterangannya, Minggu (23/8).
Penanganan Warga dan Penyelidikan Kepolisian
Dalam musibah kebakaran tersebut, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka. Kendati demikian, kerugian materi tergolong besar mengingat tingginya jumlah rumah warga adat yang terbakar habis.
BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla Kalimantan

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mencari tahu penyebab pasti munculnya api yang menghanguskan ratusan bangunan tersebut.
Di lapangan, Kemensos terus berkoordinasi secara aktif bersama Dinas Sosial Lombok Tengah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran, unsur TNI-Polri, Taruna Siaga Bencana (Tagana), perangkat desa, dan para relawan untuk memastikan kebutuhan dasar seluruh warga di pengungsian terpenuhi.






