Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Bocoran Menipisnya Cadangan Amunisi AS Picu Kemarahan Donald Trump

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 7 Agu 2026 - 15.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bocoran Menipisnya Cadangan Amunisi AS Picu Kemarahan Donald Trump
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan sangat geram dan mengeluhkan beredarnya laporan mengenai menipisnya cadangan amunisi militer Amerika Serikat (AS). Menurut Trump, kebocoran informasi sensitif ini sangat merugikan karena membuat posisi AS terlihat lemah di mata dunia pada saat yang sangat krusial, khususnya di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Bahkan, isu keterbatasan persediaan amunisi ini menjadi pertimbangan utama yang mendasari keputusan Trump untuk membatalkan rencana serangan baru terhadap Iran pada akhir pekan lalu.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Berdasarkan data yang bocor, situasi pasokan senjata AS memang berada dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Militer AS dilaporkan telah menguras hampir empat perlima dari total persediaan rudal THAAD sejak konflik dimulai. Selain itu, sekitar separuh dari pasokan pencegat rudal Patriot juga telah terpakai dalam periode yang sama. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam dari negara-negara di kawasan Teluk yang selama ini mengandalkan sistem pertahanan udara AS. Negara-negara Teluk tersebut khawatir keterbatasan amunisi ini dapat mengganggu kemampuan mereka dalam menghalau potensi serangan balasan dari Iran yang menyasar fasilitas energi penting dan instalasi desalinasi air.

Frustrasi Donald Trump atas kebocoran data ini dilaporkan memuncak dalam rapat kabinet yang digelar di Camp David pekan lalu. Menanggapi spekulasi yang beredar, pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa kemarahan Trump tersebut ditujukan secara khusus kepada para pembocor informasi (leakers) internal, dan bukan kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Sebagai bentuk tindakan tegas, Trump telah menugaskan Departemen Kehakiman untuk melacak individu-individu di internal pemerintahan yang ia sebut sebagai "pengkhianat". Trump juga tidak segan-segan mengancam akan menjatuhkan hukuman penjara jangka panjang bagi pihak-pihak yang terbukti membocorkan data rahasia pertahanan tersebut.

Baca Juga

Roket Long March 3B China Tersambar Petir Saat Lepas Landas Menuju Orbit

Roket Long March 3B China Tersambar Petir Saat Lepas Landas Menuju Orbit

Pihak Gedung Putih berspekulasi bahwa bocoran data pertahanan ini sengaja disebarkan oleh pejabat internal yang memiliki pandangan anti-perang (anti-war). Langkah ini diduga sengaja dilakukan untuk menekan Trump agar segera menarik AS keluar dari pusaran konflik tersebut. Meskipun kebocoran ini memicu kehebohan publik baru-baru ini, para pejabat senior menegaskan bahwa Trump sebenarnya telah menyadari potensi masalah menipisnya cadangan amunisi ini selama bertahun-tahun sebelum laporan tersebut akhirnya bocor ke publik.

Untuk meredam kepanikan dan spekulasi yang berkembang, Trump memberikan klarifikasi melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social. Ia menegaskan bahwa AS sebenarnya masih memiliki jumlah amunisi yang sangat besar, dan saat ini perusahaan-perusahaan pertahanan sedang membangun pabrik secara masif. Di sisi lain, saat berbicara kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Trump juga melayangkan kritik kepada pendahulunya dengan menyatakan bahwa Biden telah memberikan amunisi dalam jumlah yang sangat besar kepada Ukraina. "Kami punya banyak. Jujur saja saya ingin lebih banyak lagi, tapi begitu banyak yang diberikan ke Ukraina oleh Biden," ujar Trump.

Baca Juga

IHSG Diproyeksi Bervariasi Jelang Rilis Data Cadangan Devisa

IHSG Diproyeksi Bervariasi Jelang Rilis Data Cadangan Devisa

Sebagai langkah nyata untuk mengatasi masalah keterbatasan amunisi ini, Trump telah mengaktifkan Undang-Undang Produksi Pertahanan (Defense Production Act). Aktivasi undang-undang ini bertujuan untuk mempercepat dan meningkatkan kapasitas produksi persenjataan nasional secara signifikan. Selain itu, Trump juga secara langsung mendesak para CEO dari perusahaan pertahanan terkemuka, termasuk Lockheed Martin, untuk segera memacu dan meningkatkan produksi amunisi guna memenuhi kebutuhan mendesak militer AS.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpAmerika SerikatIranMiliter AS

Berita Terbaru Lainnya

Roket Long March 3B China Tersambar Petir Saat Lepas Landas Menuju OrbitIHSG Diproyeksi Bervariasi Jelang Rilis Data Cadangan DevisaUniqlo Rilis Koleksi Hijab dengan Tiga Pilihan Material di IndonesiaMobil Tabrak Pembatas Jalan di Cawang, Sejumlah Rute TransJakarta Sempat DialihkanMaarten Paes Tampil Starter, Ajax Amsterdam Raih Kemenangan di Kualifikasi Liga KonferensiKPK Pastikan Penyidikan Kasus Korupsi CSR Bank Indonesia Terus BerjalanTrump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru Batasi Wisata Persalinan dan Hak LahirKesehatan Saluran Cerna Menjadi Kunci Tumbuh Kembang Anak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap