Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru Batasi Wisata Persalinan dan Hak Lahir

Bambang HandayaniDiterbitkan 7 Agu 2026 - 15.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru Batasi Wisata Persalinan dan Hak Lahir
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Mahkamah Agung Amerika Serikat secara resmi telah menolak upaya yang dilakukan oleh Donald Trump untuk menghapuskan hak kewarganegaraan bagi anak-anak yang lahir di Amerika Serikat. Keputusan penting ini diambil pada tanggal 30 Juni, di mana mayoritas lima hakim Mahkamah Agung menegaskan bahwa Amandemen ke-14 Konstitusi Amerika Serikat menjamin hak kewarganegaraan bagi siapa saja yang lahir di atas tanah Amerika. Jaminan konstitusional ini juga secara penuh mencakup anak-anak yang lahir dari orang tua yang berada di Amerika Serikat, baik mereka yang berstatus sebagai penduduk ilegal maupun mereka yang hanya tinggal secara sementara.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Dalam putusan tersebut, Hakim Agung John Roberts memberikan penjelasan mengenai dasar keputusan mayoritas. Ia menuliskan bahwa para Perancang Amandemen Keempat Belas memperluas janji kewarganegaraan tersebut kepada setiap orang yang lahir merdeka di tanah ini, dan mereka menepati janji tersebut hari ini. Meskipun menjamin hak kewarganegaraan secara luas, Mahkamah Agung tetap mengakui adanya pengecualian terbatas yang telah berlangsung lama. Pengecualian tersebut mencakup anak-anak yang lahir dari diplomat asing serta anak-anak dari musuh selama masa pendudukan musuh. Di sisi lain, keputusan ini tidak diambil secara bulat karena adanya perbedaan pendapat. Hakim Clarence Thomas menyatakan pendapat berbeda dengan menyebutkan bahwa pengadilan telah kembali melakukan hal tersebut dengan mengakui hak konstitusional atas kewarganegaraan bagi anak-anak dari semua wisatawan persalinan asing dan imigran ilegal.

Baca Juga

Roket Long March 3B China Tersambar Petir Saat Lepas Landas Menuju Orbit

Roket Long March 3B China Tersambar Petir Saat Lepas Landas Menuju Orbit

Keputusan dari Mahkamah Agung Amerika Serikat ini segera memicu respons dari pihak eksekutif. Donald Trump menyampaikan pernyataannya secara langsung kepada para wartawan saat berada di Oval Office. Dalam kesempatan tersebut, Trump mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan keputusan yang sangat tidak menguntungkan di Mahkamah Agung mengenai hak lahir. Sebagai langkah tindak lanjut atas keputusan tersebut, Donald Trump kemudian menandatangani sebuah perintah eksekutif baru. Perintah eksekutif ini diterbitkan dengan tujuan untuk memperketat hukum yang sudah berlaku saat ini serta mempersempit pengecualian-pengecualian yang selama ini diakui.

Langkah hukum yang diambil oleh Donald Trump melalui perintah eksekutif yang baru ini dinilai lebih terbatas jika dibandingkan dengan upaya yang dilakukannya pada tahun lalu. Pada tahun sebelumnya, perintah eksekutif yang dirancang berusaha untuk menghapus hak kewarganegaraan bagi anak-anak yang lahir di Amerika Serikat dari orang tua yang berstatus non-warga negara. Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Stephen Miller, memberikan penjelasan mengenai detail kebijakan baru ini. Miller menjelaskan bahwa salah satu perintah eksekutif tersebut secara khusus menargetkan kelompok musuh asing, anggota dari organisasi teroris luar negeri, serta pihak-pihak yang melobi atas nama pemerintah asing. Berdasarkan ketentuan dalam perintah eksekutif ini, anak-anak yang lahir dari kelompok-kelompok tersebut dinyatakan tidak berhak untuk mendapatkan kewarganegaraan berdasarkan hak lahir.

Baca Juga

IHSG Diproyeksi Bervariasi Jelang Rilis Data Cadangan Devisa

IHSG Diproyeksi Bervariasi Jelang Rilis Data Cadangan Devisa

Selain aturan mengenai musuh asing dan teroris, terdapat pula perintah eksekutif kedua yang fokus utamanya adalah untuk mengatasi masalah wisata persalinan atau birth tourism. Stephen Miller menjelaskan bahwa perintah eksekutif kedua ini bertindak sebagai sebuah larangan tegas terhadap praktik wisata persalinan tersebut. Pada dasarnya, hukum yang berlaku di Amerika Serikat memang telah melarang pemberian visa apabila tujuan utamanya adalah melahirkan di negara tersebut untuk memperoleh status kewarganegaraan bagi sang anak. Melalui perintah eksekutif baru ini, pemerintah berupaya memperketat aturan yang sudah ada demi membatasi celah penyalahgunaan izin tinggal tersebut.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpAmerika SerikatKewarganegaraanMahkamah Agung

Berita Terbaru Lainnya

Roket Long March 3B China Tersambar Petir Saat Lepas Landas Menuju OrbitIHSG Diproyeksi Bervariasi Jelang Rilis Data Cadangan DevisaUniqlo Rilis Koleksi Hijab dengan Tiga Pilihan Material di IndonesiaMobil Tabrak Pembatas Jalan di Cawang, Sejumlah Rute TransJakarta Sempat DialihkanMaarten Paes Tampil Starter, Ajax Amsterdam Raih Kemenangan di Kualifikasi Liga KonferensiKPK Pastikan Penyidikan Kasus Korupsi CSR Bank Indonesia Terus BerjalanKesehatan Saluran Cerna Menjadi Kunci Tumbuh Kembang Anak pada 1000 Hari Pertama KehidupanWarga Israel Didakwa atas Pembunuhan Aktivis Palestina Pembuat Film No Other Land

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap