Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan pencopotan dan pergantian Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, Rafli Ridho. Langkah tegas ini diambil menyusul insiden keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sebanyak 566 santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur.
Selain mengusulkan pemberhentian kepala unit, BGN turut menjatuhkan sanksi administratif berupa suspensi berat operasional selama 30 hari terhadap SPPG wilayah tersebut. Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sudena, menegaskan pihaknya merekomendasikan pergantian kepemimpinan sembari tetap memprioritaskan penanganan medis bagi para korban.
"Kemudian kami juga mengusulkan kepada kepala SPPG tersebut untuk dilakukan pencopotan sekaligus pergantian," kata Ketut Sudena. Ia menambahkan, fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan dan pemulihan kesehatan para siswa yang sedang dirawat intensif di sejumlah rumah sakit.
Kronologi Korban dan Distribusi Menu MBG
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, total korban keracunan mencapai 566 orang. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, menjelaskan angka tersebut merupakan akumulasi dari 531 korban yang sebelumnya tercatat, ditambah 35 orang yang dievakuasi ke fasilitas kesehatan seperti RSUD dan RS Delta Surya pada Rabu (2/9/2026).
Kebakaran Lahan Gambut, Bagaimana Nasib Target Iklim RI?

Selain menimpa ratusan santri Manbaul Hikam, dampak keracunan menu MBG ini dilaporkan meluas ke sekolah dasar di sekitarnya. Terdapat lima siswa yang berasal dari SDN Kalitengah 1 dan SDN Kalitengah 2 yang turut mengalami keluhan serupa. Laporan terkait kondisi lima murid SD tersebut baru diterima pihak SPPG pada Selasa (1/9) malam, beberapa saat setelah kasus di pesantren mencuat.
Menanggapi kejadian ini, Kepala SPPG Kalitengah Rafli Ridho menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kelalaian yang terjadi. "Mohon maaf ya, saya menyesal," ujar Rafli.
Rafli menerangkan proses pengolahan makanan pada hari kejadian berjalan sesuai jadwal operasional biasa. Aktivitas memasak di dapur SPPG dimulai sekitar pukul 00.00 WIB tengah malam, dan paket makanan mulai didistribusikan ke lokasi penerima manfaat sekitar pukul 11.00 WIB.
Usai Kebakaran, Masyarakat Bangun Kembali Rumah di Desa Adat Sade

Desakan Evaluasi Tata Kelola SPPG
Kasus keracunan berskala besar ini menuai sorotan dari parlemen. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian, mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan tata kelola unit penyedia makanan MBG.
Lalu Hadrian menekankan pengawasan ketat terhadap rantai pasok dan durasi penyimpanan makanan olahan mutlak diperbaiki agar insiden serupa tidak terulang dalam program pemenuhan gizi nasional ke depan.






