Rentetan insiden maritim membayangi keselamatan transportasi laut nasional sepanjang delapan bulan pertama tahun 2026. Berdasarkan data resmi yang dirilis Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), tercatat sebanyak 601 kasus kecelakaan kapal terjadi di berbagai wilayah perairan nusantara sejak awal Januari hingga Agustus 2026.
Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii memaparkan rincian data keselamatan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI. Dari ratusan insiden yang tercatat, total korban terdampak mencapai 3.607 orang, yang mencakup 220 warga negara asing (WNA). Sebanyak 203 korban dilaporkan hilang, dengan dugaan beberapa di antaranya tidak terdaftar dalam manifes resmi kapal.
Insiden KM Virgo Transport 8 dan Penanganan Korban
Daftar kecelakaan laut bertambah setelah Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9). Dalam peristiwa tenggelamnya Kapal Virgo 8 di wilayah perairan Banjarmasin tersebut, sebanyak 23 korban tercatat merupakan warga Kabupaten Garut.
KM Virgo Diterjang Ombak 3 Meter Lebih Sebelum Karam di Laut Jawa

Pemerintah Kabupaten Garut turut memberikan dukungan moril kepada keluarga korban sekaligus memfasilitasi kebutuhan pendataan serta proses identifikasi korban asal Garut yang terdampak musibah tersebut.
Hingga saat ini, Basarnas mengonfirmasi bahwa 114 korban dari kecelakaan KM Virgo Transport 8 telah berhasil ditemukan, dengan rincian 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Untuk proses penyelidikan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) saat ini tengah mengumpulkan keterangan penting serta data dari para korban selamat dan anak buah kapal (ABK) KM Virgo Transport 8.
Misteri Karamnya KM Virgo di Laut Jawa, 114 Orang Ditemukan, 6 Meninggal Dunia

Penguatan Respons Darurat Maritim
Guna mengantisipasi dan menangani insiden kedaruratan di perairan nusantara, Basarnas terus melakukan inventarisasi serta menyiagakan personel dengan keahlian penyelaman khusus untuk operasi SAR maritim.
Selain penguatan personel, Basarnas berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut untuk menjaga kesiapan armada operasional. Upaya ini dilakukan demi mengoptimalkan respons cepat terhadap berbagai situasi darurat maritim di seluruh wilayah hukum perairan Indonesia.






