Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa KM Virgo Transport 8 diterjang ombak setinggi lebih dari tiga meter sebelum akhirnya mengalami kecelakaan dan karam di perairan Laut Jawa. Kondisi cuaca ekstrem tersebut diketahui berdasarkan kesaksian sejumlah korban yang berhasil dievakuasi lebih awal.
Informasi mengenai tingginya gelombang diperoleh setelah tim SAR menerima kedatangan kapal penyelamat pertama yang mengangkut 69 korban selamat pada malam sebelumnya. Penumpang menuturkan bahwa cuaca buruk telah melanda kawasan pelayaran, hingga hempasan ombak masuk ke bagian dalam kapal.
Selain mendengarkan penuturan para penyintas, Basarnas turut mengacu pada data prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memantau dinamika maritim di sekitar lokasi musibah. Kendati demikian, Basarnas menegaskan belum menarik kesimpulan bahwa cuaca buruk maupun gelombang tinggi merupakan pemicu utama kecelakaan tersebut.
Ilalang di Kampung Bandan Jakut Kebakaran, 80 Personel Damkar Dikerahkan

KNKT Himpun Data Investigasi
Untuk memastikan penyebab pasti karamnya kapal, investigasi teknis secara menyeluruh masih harus dilakukan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah bergabung bersama tim operasi di lapangan untuk mengumpulkan bukti dan data penunjang yang akan menjadi materi penyelidikan.
KM Virgo Transport 8 awalnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9) dengan mengangkut total 243 penumpang dan kru. Namun, kapal tersebut dilaporkan mengalami hilang kontak saat berada di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita.
Kebakaran Rumah di Gambir Jakpus, Asap Putih Tebal Mengepul

Data Korban dan Proses Evakuasi
Hingga Senin (14/9) pukul 15.30 Wita, Basarnas mencatat sebanyak 115 orang telah berhasil ditemukan. Rincian data tersebut mencakup 109 korban selamat dan 6 orang meninggal dunia, sementara 128 orang lainnya masih dalam status pencarian tim SAR gabungan.
Dari total 115 korban yang telah dievakuasi, sebanyak 86 orang tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, yang terdiri atas 85 korban selamat dan 1 korban meninggal dunia. Satu korban lainnya dibawa menuju Lanud Syamsudin Noor, sedangkan 28 korban lainnya masih berada dalam proses evakuasi lanjutan.






