Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan (reshuffle) kabinet pada Senin (14/9). Dalam keputusan tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa diganti dan diberhentikan dari posisinya sebagai Menteri Keuangan.
Pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan ini berlangsung setelah Purbaya menduduki jabatan tersebut selama satu tahun. Purbaya sebelumnya dipercaya mengisi posisi Menkeu menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Selama satu tahun menjabat, langkah dan kebijakan Purbaya sempat menuai sejumlah kontroversi. Salah satu kebijakan yang memicu perbincangan publik adalah keputusannya menggelontorkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang semula ditempatkan di Bank Indonesia ke jajaran Bank Himbara.
Gunung Es di Balik Kebakaran Hutan di Indonesia

Sebelum reshuffle diumumkan, Purbaya sempat hadir dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, pada Kamis (27/8/2026).
Secara latar belakang akademis, Purbaya mengantongi gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia kemudian memperdalam bidang ekonomi hingga meraih gelar Master of Science (MSc) serta Doktor di bidang Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.
Irak Sita Platform Peluncur Drone yang Targetkan Pipa Minyak Saudi

Sebelum ditarik ke kabinet, Purbaya memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan dan lembaga keuangan, termasuk menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ia juga pernah menduduki posisi Staf Khusus Bidang Ekonomi Menko Kemaritiman pada Juli 2016 hingga Mei 2018, serta Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada Mei 2018 hingga September 2020.






