Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) secara proaktif melakukan langkah penguatan sektor perikanan dengan memfokuskan program pada budi daya ikan haruan. Kegiatan penguatan budi daya perikanan darat ini dilaksanakan secara terpusat di Desa Mahang Baru, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Program ini dirancang sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kapasitas produksi sektor perikanan budi daya di wilayah tersebut. Kepala Dislautkan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono, menyampaikan langsung inisiatif strategis tersebut di Banjarmasin pada hari Kamis.
Langkah penguatan budi daya ikan haruan ini direalisasikan setelah jajaran Dislautkan Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja secara langsung ke Desa Mahang Baru. Kunjungan tersebut pada dasarnya bertujuan untuk meninjau secara dekat operasional dan kondisi usaha para pembudidaya ikan di wilayah tersebut. Selain meninjau lokasi budi daya, kunjungan kerja ini juga dimanfaatkan secara maksimal untuk menyerap berbagai aspirasi dari masyarakat dan pelaku usaha perikanan setempat. Aspirasi yang terkumpul dari lapangan nantinya akan digunakan sebagai bahan evaluasi dan penguatan kebijakan pemerintah daerah agar program yang dijalankan menjadi lebih tepat sasaran.
Ikan haruan secara khusus dipilih karena berstatus sebagai salah satu komoditas unggulan daerah di Provinsi Kalimantan Selatan yang telah terbukti memiliki nilai ekonomi cukup tinggi di pasaran. Melalui pengembangan budi daya ikan haruan, pemerintah daerah tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan dan perluasan peluang usaha bagi masyarakat sekitar. Program ini juga dirancang secara komprehensif untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan para pembudidaya ikan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Lebih jauh, budi daya ini berperan sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah melalui penyediaan sumber protein hewani yang berkualitas tinggi bagi masyarakat luas.
Lokasi Parkir untuk Penonton Persib vs Persija di GBK Disiapkan, Ini Daftarnya

Selain meninjau potensi budi daya ikan haruan di kawasan tersebut, Dislautkan Provinsi Kalimantan Selatan juga mengimplementasikan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan yang dikenal luas dengan sebutan Gemarikan. Kegiatan edukasi gizi dan konsumsi ini secara khusus menyasar para siswa yang sedang menempuh pendidikan di SD Negeri 1 Mahang Baru. Menurut Rusdi Hartono, budaya mengonsumsi ikan perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak usia dini sebagai bagian integral dari penguatan sektor perikanan. Kandungan protein dan gizi yang terdapat pada ikan dinilai memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, menjaga kesehatan tubuh, serta membantu perkembangan kecerdasan anak pada masa pertumbuhan.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaksanaan program Gemarikan dalam agenda kunjungan kerja tersebut, Kepala Dislautkan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono turut didampingi oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Suripno Sumas, beserta sejumlah anggota dewan lainnya. Mereka secara bersama-sama turun tangan menyerahkan paket makanan olahan hasil perikanan kepada para siswa SD Negeri 1 Mahang Baru. Sinergi yang terjalin erat antara pemerintah daerah, DPRD, dan para pelaku usaha perikanan ini dianggap sangat penting untuk meningkatkan produksi, kesejahteraan pembudidaya, serta memperkuat sektor perikanan budi daya secara keseluruhan.
17.800 Personel Amankan Laga Persija vs Persib di SUGBK, Titik Penyekatan Disiapkan

Kehadiran perwakilan lembaga legislatif dalam kegiatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah tersebut menegaskan komitmen bersama dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan di wilayah Kalimantan Selatan. Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Suripno Sumas, menegaskan bahwa pihak DPRD akan terus memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program pengembangan budi daya ikan haruan di daerah tersebut. Dukungan dari lembaga legislatif ini akan diberikan dan dikawal melalui pembentukan kebijakan strategis serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan para pembudidaya sekaligus menjamin ketahanan pangan di Provinsi Kalimantan Selatan secara berkelanjutan pada masa mendatang.






