Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

Ekspansi Kendaraan Listrik Niaga di Sektor Pertambangan, Peluang dan Tantangan Infrastruktur

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 9 Agu 2026 - 09.00 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ekspansi Kendaraan Listrik Niaga di Sektor Pertambangan, Peluang dan Tantangan Infrastruktur
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Sektor pertambangan kini mulai melirik adopsi kendaraan listrik niaga sebagai langkah strategis demi mendukung keberlanjutan lingkungan secara jangka panjang. Optimisme mengenai potensi masuknya kendaraan listrik niaga ke wilayah operasional pertambangan ini diungkapkan secara langsung oleh Chief Operating Officer (COO) Indomobil JAC, Reggie Kurnia. Menurut pandangannya, kendaraan listrik niaga memiliki peluang yang sangat besar untuk mengambil peran penting dalam aktivitas operasional industri tersebut. Sektor ini dinilai memiliki potensi yang menjanjikan bagi perkembangan teknologi kendaraan ramah lingkungan.

Pandangan tersebut dikemukakan oleh Reggie Kurnia saat menjadi narasumber dalam program Closing Bell di CNBC Indonesia pada hari Rabu, 5 Agustus 2026. Dalam sesi wawancara yang dipandu oleh jurnalis Shafinaz Nachiar tersebut, dibahas secara mendalam mengenai prospek serta tantangan industri pertambangan dalam menyambut elektrifikasi armada operasional mereka. Diskusi ini menyoroti bagaimana kesiapan para pelaku industri pertambangan dalam mengadopsi teknologi ramah lingkungan ini di tengah tuntutan global untuk bertransformasi ke arah yang lebih hijau.

Langkah ekspansi kendaraan listrik ke area pertambangan ini ditujukan untuk menyokong program elektrifikasi perusahaan tambang. Melalui transisi armada ini, perusahaan diharapkan dapat menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara lebih nyata dan terukur. Komitmen terhadap penerapan prinsip ESG ini menjadi bagian yang sangat krusial dalam upaya bersama untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE). Melalui langkah ini, sektor industri pertambangan dapat menunjukkan kontribusi aktifnya dalam menjaga kelestarian lingkungan global.

Baca Juga

Pemanfaatan Sampah Plastik Tertolak Menjadi Paving Block Ramah Lingkungan di Kebayoran Lama

Pemanfaatan Sampah Plastik Tertolak Menjadi Paving Block Ramah Lingkungan di Kebayoran Lama

Selain berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan, penggunaan kendaraan tambang berbasis listrik diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kinerja internal perusahaan secara menyeluruh. Kendaraan operasional listrik ini diproyeksikan dapat meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan bagi perusahaan tambang. Di waktu yang bersamaan, langkah ini juga menjadi motor penggerak utama dalam proses dekarbonisasi pertambangan yang selama ini menjadi salah satu fokus perhatian utama dalam upaya penanggulangan perubahan iklim.

Kendati demikian, jalan menuju elektrifikasi di area tambang masih dihadapkan pada tantangan infrastruktur yang cukup menantang. Ketersediaan infrastruktur pendukung di lapangan saat ini masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan oleh berbagai pihak terkait. Tanpa adanya kesiapan infrastruktur yang matang dan memadai, implementasi kendaraan listrik niaga di lokasi kerja pertambangan tentu akan membutuhkan waktu penyesuaian yang lebih lama dan proses adaptasi yang lebih kompleks.

Baca Juga

Hasil Semifinal Games of the Future MLBB 2026, ONIC dan Bigetron Melaju ke Grand Final

Hasil Semifinal Games of the Future MLBB 2026, ONIC dan Bigetron Melaju ke Grand Final

Tantangan utama yang mengemuka dalam proses elektrifikasi pertambangan ini berpusat pada masalah ketersediaan infrastruktur dasar yang sangat vital. Hal ini mencakup jaminan keamanan pasokan listrik yang stabil untuk mendukung operasional harian armada, penyediaan stasiun pengisian daya atau charging station yang memadai di area kerja, hingga keberadaan bengkel perawatan yang mumpuni. Ketiga aspek infrastruktur ini merupakan pilar utama yang saling terkait erat satu sama lain untuk mendukung kelancaran transisi ini.

Keberadaan fasilitas bengkel, stasiun pengisian daya, serta keamanan pasokan listrik yang memadai akan sangat menentukan kelancaran operasional armada secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kesiapan ekosistem pendukung ini menjadi prasyarat mutlak sebelum ekspansi kendaraan listrik niaga ini dapat diterapkan secara maksimal. Dengan kolaborasi yang baik, penerapan teknologi ini diharapkan dapat mencapai efisiensi operasional sekaligus menyukseskan dekarbonisasi di sektor pertambangan demi masa depan yang lebih ramah lingkungan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kendaraan listrik

Berita Terbaru Lainnya

Promo Transmart Full Day Sale Minggu, Alat Masak Merek Ternama Diskon Jadi Mulai Rp79.920Pemanfaatan Sampah Plastik Tertolak Menjadi Paving Block Ramah Lingkungan di Kebayoran LamaHasil Semifinal Games of the Future MLBB 2026, ONIC dan Bigetron Melaju ke Grand FinalHasil SEA V-Cup 2026 Putri, Indonesia Takluk dari Thailand 0-3, Turun ke Peringkat TigaBank Indonesia Membuka Rekrutmen PCPM Angkatan 41 Mulai 9 Agustus 2026Polda Metro Jaya Ungkap Penyelundupan 150 Kg Pasir Timah Asal Bangka Belitung di Tanjung PriokPencuri Motor di Jakarta Barat Sempat Berniat Kembalikan Kendaraan Usai Wajahnya ViralRemaja 15 Tahun di Mamuju Diperkosa 15 Pria, Dua Pelaku Ternyata Paman Korban

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap