Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Hukum

Gugat Aturan Tiket PT KAI ke MK, Warga Minta Anak di Bawah 5 Tahun Gratis

Marthen PalutunganDiterbitkan 29 Jul 2026 - 08.17 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Gugat Aturan Tiket PT KAI ke MK, Warga Minta Anak di Bawah 5 Tahun Gratis
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Kebijakan tarif tiket kereta api bagi anak-anak di Indonesia kini tengah digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Seorang warga bernama Jangkung Sido Sentosa secara resmi mengajukan permohonan uji materi atau judicial review terhadap Pasal 131 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Permohonan tersebut telah diserahkan kepada mahkamah pada 23 Juli 2026, menyoroti persoalan tarif yang dibebankan kepada penumpang anak-anak.

Gugatan ini didasari oleh adanya kebijakan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menetapkan aturan wajib beli tiket bagi anak-anak pada batasan usia tertentu. Berdasarkan aturan yang berlaku saat ini, anak yang telah berusia 3 tahun ke atas diharuskan membeli tiket perjalanan kereta api dengan tarif penuh, yang nilainya sama dengan tarif untuk penumpang dewasa. Kebijakan inilah yang kemudian dipersoalkan secara hukum oleh pemohon.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Sebagai seorang ayah yang memiliki anak berusia 2 tahun 9 bulan, Jangkung memiliki kepentingan langsung dalam perkara ini. Ia bersama keluarganya tercatat rutin menggunakan jasa transportasi kereta api untuk bepergian. Dengan kondisi anaknya yang akan segera menginjak usia 3 tahun, ia dihadapkan pada aturan penarifan dewasa tersebut, yang kemudian mendorongnya untuk menempuh jalur hukum ke MK guna meminta agar anak berusia 0 sampai 5 tahun memperoleh fasilitas karcis gratis.

Baca Juga

Enam Dokter Internship Meninggal sejak Februari 2026, Perlindungan Tenaga Kesehatan Disorot

Enam Dokter Internship Meninggal sejak Februari 2026, Perlindungan Tenaga Kesehatan Disorot

Dalam argumen hukum yang diajukan ke MK, pemohon mendalilkan bahwa Pasal 131 ayat (1) UU Perkeretaapian telah memicu ketidakpastian hukum. Ketidakpastian ini muncul karena undang-undang tersebut dianggap tidak memberikan penjelasan yang tegas mengenai makna dari frasa "fasilitas khusus". Selain itu, ketentuan tersebut juga dinilai tidak memberikan batasan yang konkret mengenai definisi dari frasa "anak di bawah 5 tahun".

Pemohon berpendapat bahwa tindakan mewajibkan anak berusia 3 tahun hingga di bawah 5 tahun untuk membayar tiket dengan tarif dewasa telah melanggar hak-hak konstitusional anak yang dijamin dan dilindungi oleh Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Secara spesifik, kebijakan tersebut dinilai bertentangan dengan Pasal 28B ayat (2), Pasal 28D ayat (1), serta Pasal 28H ayat (2).

Baca Juga

Polda Metro Jaya Tangkap 8 Tersangka Sindikat Propaganda Digital dan Hoaks

Polda Metro Jaya Tangkap 8 Tersangka Sindikat Propaganda Digital dan Hoaks

Untuk memperkuat permohonannya, Jangkung juga menyertakan perbandingan dengan sistem transportasi kereta api di negara lain. Dalam berkas permohonannya, disebutkan bahwa di Inggris, anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun dapat bepergian menggunakan kereta api secara gratis. Kebijakan serupa juga diterapkan di Jepang, di mana anak-anak yang berusia mulai dari 1 tahun hingga sebelum genap berusia 6 tahun dibebaskan dari tarif dasar kereta api dalam kondisi tertentu.

Melalui gugatan ini, pemohon meminta kepada Mahkamah Konstitusi untuk mengabulkan seluruh permohonan yang diajukannya. Jangkung memohon agar MK menyatakan Pasal 131 ayat (1) UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian bertentangan dengan UUD 1945, kecuali jika frasa "fasilitas khusus" bagi anak di bawah 5 tahun ditafsirkan mencakup pemberian karcis gratis. Lebih lanjut, ia juga meminta agar frasa "anak di bawah lima tahun" dimaknai sebagai anak yang berusia mulai dari 0 sampai dengan 5 tahun penuh.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

mahkamah konstitusiPT KAITiket KeretaBalitaUji MateriJangkung Sido Sentosa

Berita Terbaru Lainnya

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak KerasMahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AIPhiladelphia 76ers Resmi Rekrut Kentavious Caldwell-Pope dengan Kontrak Satu MusimJadwal Samsat Keliling Jadetabek 29 Juli 2026 dan Info Pajak KendaraanJadwal Perempat Final VNL 2026 Putra 29 Juli, Slovenia vs Turki dan Jepang vs CinaJadwal MLS All Stars vs Liga MX All Stars 2026 dan Alasan Absennya Lionel MessiDBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan EnergiBursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap